Ngeri! Guru Ngaji Bersimbah Darah Dibacok saat Lomba Baca Al-Qur'an, Ini Pemicunya
Rabu, 30 Agustus 2023 - 05:08 WIB
loading...
Seorang guru ngaji di Kota Batam, Syarif terluka parah usai dibacok tetangganya sendiri, Refiandi. Foto/iNews TV/Gusti Yennosa
A
A
A
BATAM - Seorang guru ngaji di Kota Batam, Syarif terluka bersimbah darah usai dibacok oleh tetangganya sendiri, Refiandi. Peristiwa pembacokan yang terjadi saat lomba mengaji tersebut, membuat gempar warga di Kampung Belian, Kota Batam.
Baca juga: Ajakan Bersetubuh Ditolak, Pria di Tebing Tinggi Bacok Istri Siri
Syarif yang sehari-hari menjadi guru sekolah dasar, dan pemilik pemilik pondok pesantren serta Rumah Tahfiz Al Aulia Salsabilla di Kampung Belian, Kota Batam, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah akibat pembacokan itu.
Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia mengatakan, peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Minggu (28/8/2023) pagi, saat digelar lomba membaca Al-Qur'an dan Sholawat. "Pemicunya karena tersangka emosi pengeras suara tempat mengaji itu menggangu istrinya yang sedang sakit," ungkapnya.
Baca juga: 2 Gempa Besar Guncang Lombok pada Selasa Pahing, Ini Pemicunya
Betty menyebut, saat pembacokan terjadi, selain digelar lomba membaca Al-Qur'an dan Sholawat, di pondok pesantren itu juga tengah berlangsung kuliah subuh yang diikuti sekitar 70 anak santri. Rangkaian kegiatan tersebut, menggunakan pengeras suara yang membuat pelaku emosi.
Baca juga: Ajakan Bersetubuh Ditolak, Pria di Tebing Tinggi Bacok Istri Siri
Syarif yang sehari-hari menjadi guru sekolah dasar, dan pemilik pemilik pondok pesantren serta Rumah Tahfiz Al Aulia Salsabilla di Kampung Belian, Kota Batam, harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah akibat pembacokan itu.
Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia mengatakan, peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Minggu (28/8/2023) pagi, saat digelar lomba membaca Al-Qur'an dan Sholawat. "Pemicunya karena tersangka emosi pengeras suara tempat mengaji itu menggangu istrinya yang sedang sakit," ungkapnya.
Baca juga: 2 Gempa Besar Guncang Lombok pada Selasa Pahing, Ini Pemicunya
Betty menyebut, saat pembacokan terjadi, selain digelar lomba membaca Al-Qur'an dan Sholawat, di pondok pesantren itu juga tengah berlangsung kuliah subuh yang diikuti sekitar 70 anak santri. Rangkaian kegiatan tersebut, menggunakan pengeras suara yang membuat pelaku emosi.
Lihat Juga :