Kisah Raden Wijaya yang Nyaris Merebut Istana Singasari dari Jayakatwang
Kamis, 24 Agustus 2023 - 05:59 WIB
loading...
Potret Raden Wijaya versi AI. Foto/Instagram @ainusantara
A
A
A
MOJOKERTO - Raden Wijaya dan pasukannya nyaris kembali merebut istana Kerajaan Singasari usai diserang dan dikuasai Jayakatwang dan tentaranya. Hal ini karena kelengahan dan kurang siap siaganya pasukan Jayakatwang.
Saat itu, pasukan Jayakatwang tengah menggelar pesta pora dan di istana Singasari ketika malam menjelang. Mereka mengira pasukan Singasari seluruhnya berhasil ditaklukkan. Terlebih ketika siang hari Raden Wijaya dan pasukannya melarikan diri.
Di ibu kota kerajaan, sebagaimana dikutip dari buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya dari Prof. Slamet Muljana, pengepungan istana Singasari dengan sisa-sisa tentara yang ada membuat banyak yang meninggal di kedua belah pihak. Tampaknya pasukan Raden Wijaya yang jumlahnya sedikit tak bisa dianggap remeh oleh lawan.
Menggunakan cawat geringsing pasukan Raden Wijaya terus merangsak masuk ke ibu kota hingga ke istana. Dua orang putri raja Kertanagara, Tribhuwana dan Gayatri, yang telah dipacangkan dengan raden Wijaya, masih tetap di dalam pura.
Baca Juga: Kisah Serangan Berdarah Raden Wijaya, Hancurkan 18.000 Pasukan Mongol
Saat itu, pasukan Jayakatwang tengah menggelar pesta pora dan di istana Singasari ketika malam menjelang. Mereka mengira pasukan Singasari seluruhnya berhasil ditaklukkan. Terlebih ketika siang hari Raden Wijaya dan pasukannya melarikan diri.
Di ibu kota kerajaan, sebagaimana dikutip dari buku "Menuju Puncak Kemegahan Sejarah Kerajaan Majapahit" karya dari Prof. Slamet Muljana, pengepungan istana Singasari dengan sisa-sisa tentara yang ada membuat banyak yang meninggal di kedua belah pihak. Tampaknya pasukan Raden Wijaya yang jumlahnya sedikit tak bisa dianggap remeh oleh lawan.
Menggunakan cawat geringsing pasukan Raden Wijaya terus merangsak masuk ke ibu kota hingga ke istana. Dua orang putri raja Kertanagara, Tribhuwana dan Gayatri, yang telah dipacangkan dengan raden Wijaya, masih tetap di dalam pura.
Baca Juga: Kisah Serangan Berdarah Raden Wijaya, Hancurkan 18.000 Pasukan Mongol
Lihat Juga :