KJP Bisa untuk Beli Daging Murah Rentan Disebut Kampanye Terselubung

Kamis, 23 Februari 2017 - 22:08 WIB
KJP Bisa untuk Beli...
KJP Bisa untuk Beli Daging Murah Rentan Disebut Kampanye Terselubung
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menilai surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta terkait adanya daging murah untuk pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) rentan disebut kampanye terselubung.

Kebijakan itu, juga bertolak belakang dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) terkait KJP.

"KJP katanya enggak boleh selain buat alat sekolah kok ada buat beli daging. Jangan sampai nanti kebijakan ini disebut kampanye terselubung. Saya kira Disdik harus netral lah," kata Taufik kepada SINDOnews, Kamis (23/2/2017).

Menurut Taufik seharusnya Disdik DKI mengeluarkan besaran biaya KJP untuk membeli perlengkapan sekolah saja. Lagipula menurut Taufik pada APBD DKI tidak ada anggaran dengan rincian untuk membeli daging.

"Ya di APBD besaran biaya KJP untuk beli alat tulis saja tidak ada tuh beli daging. Saya ingatkan saja keluarkan yang normal-normal saja. Tidak usah dicairkan, kan sesuai kata Ahok enggak boleh uang KJP dicairkan," kata Taufik. (Baca: Tak Terima Ditanya Soal KJP, Ahok Maki-maki Warga Koja )

Sebelumnya, Ahok sempat memaki-maki seorang ibu yang protes ke Ahok soal pencairan KJP. Disini, Ahok justru menuding ibu tersebut maling karena menggunakan KJP tidak untuk peruntukannya.

"‎Ibu kenapa mencairkan duit KJP di toko? Ini bukan tokonya yang salah, tapi Ibu yang salah," kata Ahok dengan nada tinggi kepada Yusri di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis 10 Desember 2015 lalu.

Tidak hanya itu, mantan Anggota Komisi II DPR ini juga menuding Yusri telah melakukan kriminalitas. Maka itu, kata dia, warga Koja itu sudah seharusnya dijebloskan ke penjara. (Baca juga: Ahok Luncurkan Program Populis, DPRD Cium Aroma Kampanye )

"Bukan cuma toko yang maling. Ibu juga maling. Catat namanya, periksa, penjarakan saja dia (Yusri)," kata Ahok ketus kepada wanita tersebut.

Mendapat perlakukan tersebut, Yusri mengaku hanya ingin menanyakan kepada Ahok pencairan dana KJP. Kini, dana KJP sudah tidak bisa ditarik tunai, melainkan melalui sistem non tunai.
(ysw)
Berita Terkait
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
Ahok, Gibran, dan Risma...
Ahok, Gibran, dan Risma Masuk Bursa Cagub DKI di Internal PDIP
F-PDIP Sarankan DKI...
F-PDIP Sarankan DKI Ikuti Jejak Ahok Relokasi Warga Kampung Akuarium ke Rusun Rawa Bebek
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
KPK Rekomendasikan 6...
KPK Rekomendasikan 6 Hal Strategis Terkait Monev Tata Kelola Pemerintahan DKI Jakarta
PDIP Tegaskan Jokowi...
PDIP Tegaskan Jokowi dan Ahok Miliki Andil Pembangunan Stadion JIS
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
34 menit yang lalu
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
1 jam yang lalu
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
3 jam yang lalu
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
3 jam yang lalu
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
3 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved