Gelar Festival Gendhing Bogowonto, Warga Terdampak Bendungan Bener: Terima Kasih Pak Ganjar
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 20:06 WIB
loading...
A
A
A
Sungai ini berhulu di Gunung Sindoro, di mana alirannya melintasi Wonosobo hingga ke Purworejo, tempat di mana Bendungan Bener dibangun.
Baca juga: Pemerintah Targetkan Bendungan Bener Purworejo Rampung Desember 2024
"Nah, sabuk hijau atau greenbelt Bendungan Bener ini berada di wilayah Kecamatan Kepil, Wonosobo, yang meliputi ketiga desa tersebut. Pengelolaan greenbelt ini, kemudian dikerjasamakan kepada masyarakat," terang dia.
Penyerahan pengelolaan sabuk hijau dengan luasan lahan sekitar 50 hektare oleh warga tak lepas dari peran dan fasilitasi yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Penyerahan pengelolaan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak sebagai pemrakarsa bendungan kepada warga dilaksanakan pada 28 Desember 2022.
"Terima kasih kepada Pak Ganjar, karena dengan fasilitasi yang dilakukannya, lahan yang telah dibebaskan tapi tidak digenangi ini, tetap bisa dikelola warga untuk pertanian, perkebunan, dan lainnya," ucapnya.
Untuk mengelola greenbelt itu maka dibentuklah Koperasi Tirto Mulyo Bogowonto sebagai entitas badan usaha yang menjadi pengelolanya, sementara Paguyuban Warga Kanigara menjadi organisasi penggeraknya.
Baca juga: Pemerintah Targetkan Bendungan Bener Purworejo Rampung Desember 2024
"Nah, sabuk hijau atau greenbelt Bendungan Bener ini berada di wilayah Kecamatan Kepil, Wonosobo, yang meliputi ketiga desa tersebut. Pengelolaan greenbelt ini, kemudian dikerjasamakan kepada masyarakat," terang dia.
Penyerahan pengelolaan sabuk hijau dengan luasan lahan sekitar 50 hektare oleh warga tak lepas dari peran dan fasilitasi yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Penyerahan pengelolaan oleh Balai Besar Wilayah Serayu Opak sebagai pemrakarsa bendungan kepada warga dilaksanakan pada 28 Desember 2022.
"Terima kasih kepada Pak Ganjar, karena dengan fasilitasi yang dilakukannya, lahan yang telah dibebaskan tapi tidak digenangi ini, tetap bisa dikelola warga untuk pertanian, perkebunan, dan lainnya," ucapnya.
Untuk mengelola greenbelt itu maka dibentuklah Koperasi Tirto Mulyo Bogowonto sebagai entitas badan usaha yang menjadi pengelolanya, sementara Paguyuban Warga Kanigara menjadi organisasi penggeraknya.
Lihat Juga :