6 Fakta Cirebon, Kota Udang yang Terkenal dengan Kuliner Empal Gentong
Kamis, 17 Agustus 2023 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana,Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Tepatnya ada di tingkat sembilan dengan sembilan pintu gerbang.
Kesembilan pintu gerbang itu memiliki nama masing-masing, yaitu Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Pasujudan, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararog, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai yaitu pintu untuk menuju ke area makam Sunan Gunung Jati.
Beberapa kuliner populer asal Cirebon adalah Empal Gentong dan Nasi Jamblang. Empal Gentong sendiri merupakan makanan berkuah menyerupai gulai dengan isian jeroan dan daging sapi atau kerbau.
Sedangkan nasi jamblang adalah nasi yang berukuran hanya sekepalan tangan namun memiliki lauk yang beragam, mulai dari tongkol, telur, tempe, tahun, dan lain sebagainya.
Beragam budaya tentunya tersimpan di Cirebon, namun salah satu yang cukup menarik adalah adanya Tari Sintren. Hal yang unik dari tarian ini adalah adanya unsur mistis lewat pelaksanaan ritual memanggil roh atau arwah.
Tari Sintren ini mengisahkan Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama, hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar.
Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak. Namun, hubungan asmara tersebut tidak direstui Ki Bahurekso hingga akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.
Kesembilan pintu gerbang itu memiliki nama masing-masing, yaitu Pintu Gapura, Pintu Krapyak, Pintu Pasujudan, Pintu Ratnakomala, Pintu Jinem, Pintu Rararog, Pintu Kaca, Pintu Bacem, dan Pintu Teratai yaitu pintu untuk menuju ke area makam Sunan Gunung Jati.
5. Kuliner Populer
Beberapa kuliner populer asal Cirebon adalah Empal Gentong dan Nasi Jamblang. Empal Gentong sendiri merupakan makanan berkuah menyerupai gulai dengan isian jeroan dan daging sapi atau kerbau.
Sedangkan nasi jamblang adalah nasi yang berukuran hanya sekepalan tangan namun memiliki lauk yang beragam, mulai dari tongkol, telur, tempe, tahun, dan lain sebagainya.
6. Punya Tarian Khas
Beragam budaya tentunya tersimpan di Cirebon, namun salah satu yang cukup menarik adalah adanya Tari Sintren. Hal yang unik dari tarian ini adalah adanya unsur mistis lewat pelaksanaan ritual memanggil roh atau arwah.
Tari Sintren ini mengisahkan Sulandono sebagai putra Ki Bahurekso Bupati Kendal yang pertama, hasil perkawinannya dengan Dewi Rantamsari yang dijuluki Dewi Lanjar.
Raden Sulandono memadu kasih dengan Sulasih seorang putri dari Desa Kalisalak. Namun, hubungan asmara tersebut tidak direstui Ki Bahurekso hingga akhirnya R. Sulandono pergi bertapa dan Sulasih memilih menjadi penari.
(okt)
Lihat Juga :