Realisasi Investasi Sulsel Sudah Capai Rp4,7 Triliun
Kamis, 30 Juli 2020 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
"Situasi yang tidak menguntungkan di masa pandemi COVID-19 ditindaklanjuti dengan pengajuan revisi RPJMD untuk perubahan realisasi investasi skala Sulsel dari Rp13,87 triliun, turun menjadi Rp7 triliun," papar dia.
Salah satu pertimbangan penyesuaian target ini juga karena melihat pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan pertama hanya 3,02%. Penurunan target investasi dikatakan perbandingan penetapan nilainya sama dengan skala nasional. Dimana awalnya dari Rp19 triliun, turun menjadi Rp12,01 triliun oleh BKPM RI.
"Pada masa pandemi COVID-19 ini kinerja kami menghadapi menghadapi berbagai macam pelambatan. Tapi kami masih optimis bisa mengawal investasi. Komitmen kami menjadikan Sulsel yang ramah investasi. Caranya, dengan memberikan kepastian, sekaligus mempromosikan bahwa di Sulsel aman berinvestasi," jelas Jayadi.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal DPM-PTSP Sulsel, Andi Isma menambahkan, pendampingan dan pembinaan kepada perusahaan masih perlu dimaksimalkan. Agar pelaporan realisasi penanaman modalnya tidak tertunda.
"Beberapa perusahaan yang selama tahun 2020, ada yang belum melaporkan penanaman modalnya karena efek COVID-19. Nanti masuk triwulan kedua baru dilaporkan sekalian dengan triwulan pertama sebelumnya" tukas Andi Isma. Baca Lagi : Tahun 2021, PAD Sulsel Ditarget Meningkat Menjadi Rp4,6 Triliun
Salah satu pertimbangan penyesuaian target ini juga karena melihat pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan pertama hanya 3,02%. Penurunan target investasi dikatakan perbandingan penetapan nilainya sama dengan skala nasional. Dimana awalnya dari Rp19 triliun, turun menjadi Rp12,01 triliun oleh BKPM RI.
"Pada masa pandemi COVID-19 ini kinerja kami menghadapi menghadapi berbagai macam pelambatan. Tapi kami masih optimis bisa mengawal investasi. Komitmen kami menjadikan Sulsel yang ramah investasi. Caranya, dengan memberikan kepastian, sekaligus mempromosikan bahwa di Sulsel aman berinvestasi," jelas Jayadi.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal DPM-PTSP Sulsel, Andi Isma menambahkan, pendampingan dan pembinaan kepada perusahaan masih perlu dimaksimalkan. Agar pelaporan realisasi penanaman modalnya tidak tertunda.
"Beberapa perusahaan yang selama tahun 2020, ada yang belum melaporkan penanaman modalnya karena efek COVID-19. Nanti masuk triwulan kedua baru dilaporkan sekalian dengan triwulan pertama sebelumnya" tukas Andi Isma. Baca Lagi : Tahun 2021, PAD Sulsel Ditarget Meningkat Menjadi Rp4,6 Triliun
(sri)
Lihat Juga :