Kuasa Hukum Terdakwa Nyatakan Kliennya Bukan Pelaku Persekusi di Permata Buana Jakbar

Selasa, 15 Agustus 2023 - 20:03 WIB
loading...
Kuasa Hukum Terdakwa...
Empat terdakwa kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan yakni Hendra Santoso, Benni Octafian Jacup, Satrio Budi Utomo, dan Amir Hasan menjalani persidangan di PN Jakarta Barat. Foto: pn-jakartabarat.go.id
A A A
JAKARTA - Empat terdakwa kasus dugaan perbuatan tidak menyenangkan yakni Hendra Santoso, Benni Octafian Jacup, Satrio Budi Utomo, dan Amir Hasan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat . Mereka juga diduga melakukan pemerasan atau pengancaman kepada tetangganya di Kompleks Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat.

Proses persidangan ini bernomor 574/Pid.B/2023/PN Jkt.Brt. "Klien kami merupakan perkara kasus Pasal 368 ayat 2 KUHP atau kedua Pasal 335 ayat 1 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP," ujar kuasa hukum 4 terdakwa, Ari Fitriana melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Selasa (15/8/2023).

Merujuk dari pasal demikian, diketahui 4 terdakwa diduga melakukan pelanggaran kasus pemerasan atau pengancaman sebagaimana Pasal 368 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan dengan menyalahgunakan kekuasaan sebagaimana Pasal 335 jo Pasal 55.

Baca juga: Viral 2 Tahun Lalu, Kasus Persekusi Warga Permata Buana Jakbar Kini Disidangkan

Atas perkara ini, dia mengajak masyarakat lebih bijaksana dalam menilai karena keputusan bersalah atau tidak mutlak menjadi kewenangan hakim.

"Bahwa terdapat asas hukum yang berlaku di sistem hukum Indonesia yaitu asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence), sehingga dalam hal ini selama belum ada putusan hakim yang telah mempunyai ketetapan hukum tetap (inkracht van gewijsde), maka kedudukan 4 klien kami masih sama di hadapan hukum (equality before the law)," kata Ari.

Dia juga menegaskan kliennya bukan pelaku persekusi sebagaimana ramai diberitakan karena 4 terdakwa belum diputus oleh majelis hakim. Sehingga, perkara ini belum inkrah atau belum memiliki kekuatan hukum tetap.

Diketahui, kasus ini berawal dari keributan antara seorang ibu rumah tangga, warga Kompleks Perumahan Permata Buana RW 11, Kembangan, Jakarta Barat bernama Candy pada 20 September 2021.

Keributan dipicu lantaran Candy kesal karena sikap pengurus RT dan RW yang sewenang-wenang terus menerus meminta uang renovasi rumahnya dan mengintimidasi dengan melarang kendaraan material dan ojek online masuk ke rumahnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
OTT Pejabat Imigrasi...
OTT Pejabat Imigrasi Jakbar Terkait Pengurusan WNA
Rekomendasi
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved