Tarif Siswa Titipan di Sekolah Favorit Tangsel, Rp500.000-Rp15 Juta

Kamis, 30 Juli 2020 - 02:05 WIB
loading...
Tarif Siswa Titipan...
Pengamat Pendidikan UMN Doni Koesoema mengungkapkan biaya percaloan siswa titipan mulai Rp500.000-Rp1 juta untuk SDN dan Rp15 juta-Rp20 juta untuk SMAN favorit. FOTO/ILUSTRASI/IST
A A A
JAKARTA - Praktik percaloan dalam dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) , Banten telah berlangsung cukup lama. Hingga saat ini belum bisa dihentikan.

Pengamat Pendidikan Universitas Multimedia Nusantara Doni Koesoema mengatakan, selama hukum tidak pernah ditegakkan, maka berbagai bentuk kecurangan akan terus terjadi. "Pemerintah harus tegas dalam hal ini karena ini merugikan hak hak pendidikan rakyat," kata Doni kepada SINDOnews di Ciputat, Tangsel, Rabu (29/7/2020).

Dijelaskan Doni, biaya percaloan siswa titipan di Kota Tangsel sangat tinggi. Mulai Rp500.000 hingga Rp1 juta untuk SD Negeri favorit dan Rp15 juta-Rp20 juta untuk SMA Negeri favorit.(Baca juga: Siswa Titipannya Tak Diterima di SMA Negeri, Lurah di Tangsel Ngamuk )

"Kalau di SD modusnya titip bangku. Harganya untuk SD antara Rp500.000 sampai 1 juta, kalau mau masuk SD favorit. Di SMA bisa lebih mahal. Bisa Rp15 juta-Rp20 juta per bangku," ungkapnya.

Menurut Doni, Tangsel sudah terkenal dalam hal ini. Sebenarnya di daerah lain juga ada modus yang sama, tapi di Provinsi Banten, di Tangsel dan Kota Tangerang hal ini biasa. Apalagi, pelaku praktik percaloan dalam dunia pendidikan ini sangat sistematis. Semua pihak mendapat jatah, mulai dari komite, anggota dewan, wartawan, dan lainnya.

"Iya, memang banyak. Dibagi-bagi ke komite, anggota dewan, wartawan, dan lain-lain. Banyak. Ini sudah biasa. Makanya zaman Pak Muhadjir diterapkan sistem zonasi," katanya.(Baca juga: Kuota Siswa Titipan di Tangsel 1.600 Setahun )

Namun sistem zonasi tidak berdaya menghadapi praktik gelap ini. Buktinya, Lurah Benda Baru Saidun tetap bisa menitip siswa ke sejumlah sekolah meski di SMAN 3 Tangsel ditolak. "Karena ini namanya pungli. Cuma ya, tahu sama tahu, dan tak ada bukti tertulis. Ini hebatnya praktik pungli di Indonesia. Kayak hantu, tak terlihat, tapi ada," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 9 Poin Rawan Korupsi...
Ini 9 Poin Rawan Korupsi PPDB, KPK: Kami Pantau Terus
4 Jalur Penerimaan Murid...
4 Jalur Penerimaan Murid Baru di SPMB 2025, Ada Kuota Baru untuk Pengurus OSIS!
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Rekomendasi
Jadwal Formula 1 Lenovo...
Jadwal Formula 1 Lenovo Austrian Grand Prix 2026, Live Streaming di VISION+
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Layanan, ShopeeFood Fokus Dorong Pengembangan Kompetensi Mitra Pengemudi
Berita Terkini
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Transjakarta Alihkan...
Transjakarta Alihkan 25 Armada Rute Tn Abang-Blok M dan Tj Priok-Kampung Rambutan
Transjakarta Rute Tanah...
Transjakarta Rute Tanah AbangBlok M dan Tj PriokKp Rambutan Berhenti Beroperasi 1 Juli
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
21 Titik Kantong Parkir...
21 Titik Kantong Parkir Disiapkan untuk Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta, Ini Lokasinya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved