Setelah Pasar, Jateng Bakal Atur Jarak Penumpang di Angkutan Umum
Rabu, 29 April 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi jangan ada ilmu ngeyel karena itu sudah diatur. Nah kamu kan jualannya di hari puasa, dijual lewat online saja dan saling membeli. Nah kalau kita beli dagangan teman, ini akan saling menguatkan ekonomi kita," ujarnya.
Dia mengaku mendapat protes usai pemberlakuan sistem Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang, terutama dari para pedagang cafe dan angkringan. Menurut Ganjar, karena situasi masih menghadapi Pandemi, dia berharap masyarakat mengikuti peraturan dan tidak ngeyel.
Setelah diberlakukan PKM, seluruh cafe, restoran, warung bahkan sampai angkringan hanya diizinkan beroperasi maksimal sampai pukul 20.00 wib. Jika melebihi batas waktu tersebut maka pedagang yang bersangkutan akan menerima sanksi.
"Baru beberapa hari diterapkan. Orang protes sudah ada, dari pedagang angkringan. 'Pak kok jam delapan sudah bubar.' Ya bagus tidak jam tujuh. Karena situasinya seperti ini," ucapnya.
Dia mengaku mendapat protes usai pemberlakuan sistem Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Kota Semarang, terutama dari para pedagang cafe dan angkringan. Menurut Ganjar, karena situasi masih menghadapi Pandemi, dia berharap masyarakat mengikuti peraturan dan tidak ngeyel.
Setelah diberlakukan PKM, seluruh cafe, restoran, warung bahkan sampai angkringan hanya diizinkan beroperasi maksimal sampai pukul 20.00 wib. Jika melebihi batas waktu tersebut maka pedagang yang bersangkutan akan menerima sanksi.
"Baru beberapa hari diterapkan. Orang protes sudah ada, dari pedagang angkringan. 'Pak kok jam delapan sudah bubar.' Ya bagus tidak jam tujuh. Karena situasinya seperti ini," ucapnya.
(abd)
Lihat Juga :