alexametrics

Cerita Pagi

Misteri Stasiun Cipeundeuy, Semua KA Wajib Berhenti

loading...
Misteri Stasiun Cipeundeuy, Semua KA Wajib Berhenti
Stasiun Cipeundeuy. Foto/Ist
A+ A-
STASIUN Cipeundeuy merupakan salah satu stasiun legendaris dan beberapa orang percaya tersimpan berbagai kisah bernuansa mistik. Stasiun Cipeundeuy (CPD) merupakan stasiun kereta api kelas II di Cinagara, Malangbong, Garut. Stasiun yang terletak di ketinggian +772 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung.

Menurut catatan sejarah, stasiun ini didirikan sekitar tahun 1893-an oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Nama stasiun sesuai dengan nama kampung tempat stasiun ini berada, Cipeundeuy. Stasiun ini memiliki tiga jalur dengan jalur 1 sebagai kereta lurus.

Walaupun fisik bangunan stasiun ini terlihat hanya sebagai stasiun kecil, namun semua kereta api (KA) yang melintas jalur selatan, baik itu kelas eksekutif, bisnis, ataupun ekonomi, diwajibkan berhenti di stasiun ini. Sejak zaman penjajahan Belanda pun sudah diperintahkan, bahwa di Stasiun Cipeundeuy semua kereta harus berhenti.



Namun, beberapa orang di sekitar stasiun kerap kali menghubungkannya dengan hal-hal mistik. Apalagi, di sepanjang jalan kereta api antara stasiun Ciawi, Cirahayu, Cipeundey, hingga ke Stasiun Bumiwaluya kerap kali terjadi kecelakaan maut dan merenggut korban jiwa.

Pada zaman kareta api masih memakai lokomotif berbahan bakar batu bara, kerap terjadi kecelakaan aneh,seperti lokomotif maupun gerbong anjlok, terguling, bahkan gerbong terputus. Sempat terjadi lokomotif mundur lagi ke jembatan Torowek atau Stasiun Cirahayu di sekitar Kampung Wage, tanpa sebab yang jelas.

Sampai-sampai, pengelola stasiun dan warga sepakat, banyaknya terjadi kecelakaan ini harus diantisipasi dengan meruwat atau mengganti nama stasiun di sepanjang jalur tersebut. Dalam catatan sejarah nama-nama stasion itu sempat diganti, misalnya Stasiun Malangbong menjadi Stasiun Bumi Waluya. Begitu juga Stasiun Torowek diubah menjadi Stasiun Cirahayu. Pada tahun 1960-an, sempat ada sesepuh kampung setempat menganjurkan rituan menyembelih kerbau bule di lokasi. Bahkan disertai dengan ruatan wayang golek.

Namun ketika masa berubah, lokomotif menggunakan mesin disel, peristiwa-peristiwa aneh pun, ternyata masih kerap terjadi. Di antaranya pada 1995,terjadi kecelakaan Kereta Api (KA) gabungan Galuh dan Kahuripan, pada tengah malam atau yang dikenal dengan tragedi Torowek. Kereta gabungan yang baru berangkat dari Stasiun Cipeundeuy, saat melintas di jembatan Torowek, tiba-tiba terperosok ke dalam jurang.

Kejadian nahas itu terjadi kala lokomotif Kereta Api (KA) Galuh relasi Pasar Senen-Banjar mengalami kerusakan di Stasiun Cibatu dan harus menunggu perbaikan. Akhirnya, demi meminimalisir waktu keterlambatan, KA Galuh digandengkan dengan KA Kahuripan relasi Bandung – Kediri. Setelah selesai digabungkan, rangkaian ini pun berjalan dengan formasi 2 Lokomotif + 13 K3.

Sekitar pukul 00.03 WIB saat akan mendekati stasiun Torowek (Sekarang Cirahayu), kedua KA yang digabungkan tersebut mengalami masalah pada sistem pengereman yang diperkirakan berasal dari rangkaian KA Kahuripan. Akibatnya, kedua kereta ini semakin lama, semakin melaju kencang sehingga kecelakaan dahsyat atau Peristiwa Luarbiasa Hebat (PLH) tersebut tak terhindarkan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak