Pembangunan Rel Kereta Api Trans Sumatera Dorong Perekonomian
Kamis, 10 Agustus 2023 - 17:15 WIB
loading...
Pejabat KAI dan pengamat transportasi, Bambang Haryo Soekartono meninjau operasional kereta api Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan. Foto/Ist
A
A
A
PALEMBANG - Pembangunan rel kereta api Trans Sumatera untuk mengangkut penumpang dan logistik dengan jumlah besar atau massal bisa mendorong pertumbuhan perekonomian.
Saat ini Trans Sumatera sudah terhubungkan separuh dari panjang rel yang telah dibangun di zaman Hindia Belanda. Masih ada sekitar 1.300 kilometer yang belum terhubungkan rel kereta api dari total 3.500 kilometer panjang rel Trans Sumatera.
Baca juga: Erick Thohir Minta KAI Susun Peta Biru Kereta Api Sumatera dan Madura
Pengamat transportasi, Bambang Haryo Soekartono usai meninjau operasional kereta api Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan menyebutkan, untuk membangun 1.300 kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp40 triliun dengan harga per kilometer rel rata-rata sekitar Rp30-40 miliar.
Harga tersebut setara dengan 3 kali lipat biaya pembangunan LRT di Palembang yang hanya menghasilkan pendapatan untuk saat ini sebesar Rp15 miliar per tahun.
Saat ini Trans Sumatera sudah terhubungkan separuh dari panjang rel yang telah dibangun di zaman Hindia Belanda. Masih ada sekitar 1.300 kilometer yang belum terhubungkan rel kereta api dari total 3.500 kilometer panjang rel Trans Sumatera.
Baca juga: Erick Thohir Minta KAI Susun Peta Biru Kereta Api Sumatera dan Madura
Pengamat transportasi, Bambang Haryo Soekartono usai meninjau operasional kereta api Stasiun Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan menyebutkan, untuk membangun 1.300 kilometer membutuhkan biaya sekitar Rp40 triliun dengan harga per kilometer rel rata-rata sekitar Rp30-40 miliar.
Harga tersebut setara dengan 3 kali lipat biaya pembangunan LRT di Palembang yang hanya menghasilkan pendapatan untuk saat ini sebesar Rp15 miliar per tahun.
Lihat Juga :