Dialog Jaga Pangan, Kementan Hadirkan 2 Pengusaha Sukses Beri Motivasi Generasi Muda
Senin, 07 Agustus 2023 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Dia pun mengemukakan, beragam alasan kenapa milenial dan zenial tidak mau menggeluti bidang pertanian di antaranya, tidak ada jenjang karir, resikonya tinggi, income rendah, tidak dihargai bahkan tidak menjanjikan.
Baca juga: Kementan Ajak Milenial Kalimantan Jadi Wirausahawan Muda Pertanian
“Itu alasannya kenapa tidak banyak diminati, namun itu semua terbantahkan dengan hasil yang saya raih saat ini. Buktinya saya bisa terlihat keren, bisa kemana-mana karena peternakan ada yang mengurus, dan diundang ke acara ini bersama Kementan RI. Jadi petani juga bisa sukses,” ungkap Rizky.
Hal yang sama disampaikan Canesia Aisah Jeannonaveva, Direktur Utama PT Agro Rahayu Sentosa Yaksa (ARSY), perusahaan yang bergerak di bidang budidaya dan pengelolaan hasil pertanian. Perusahaan ini satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan cabai Katokkon yang berasal dari Tana Toraja dengan luasan terbesar.
Namun sayang, Canesia tidak bisa hadir di Makassar karena sedang berada di Korea Selatan, dia memberikan motivasi dan kiat suksesnya menjadi petani cabai melalui daring.
“Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir langsung karena saya diberikan tugas menambah ilmu di Korea Selatan,” ujarnya.
Dia pun menceritakan bagaimana bisa sukses membudidayakan cabai Katokkon yang berasal dari Tana Toraja. Menurutnya, cabai Katokkon memiliki keunggulan dari cabai lainnya sehingga mudah dipasarkan salah satunya memiliki tingkat kepedasan 20 kali lipat.
Baca juga: Kementan Ajak Milenial Kalimantan Jadi Wirausahawan Muda Pertanian
“Itu alasannya kenapa tidak banyak diminati, namun itu semua terbantahkan dengan hasil yang saya raih saat ini. Buktinya saya bisa terlihat keren, bisa kemana-mana karena peternakan ada yang mengurus, dan diundang ke acara ini bersama Kementan RI. Jadi petani juga bisa sukses,” ungkap Rizky.
Hal yang sama disampaikan Canesia Aisah Jeannonaveva, Direktur Utama PT Agro Rahayu Sentosa Yaksa (ARSY), perusahaan yang bergerak di bidang budidaya dan pengelolaan hasil pertanian. Perusahaan ini satu-satunya di Indonesia yang mengembangkan cabai Katokkon yang berasal dari Tana Toraja dengan luasan terbesar.
Namun sayang, Canesia tidak bisa hadir di Makassar karena sedang berada di Korea Selatan, dia memberikan motivasi dan kiat suksesnya menjadi petani cabai melalui daring.
“Saya mohon maaf karena tidak bisa hadir langsung karena saya diberikan tugas menambah ilmu di Korea Selatan,” ujarnya.
Dia pun menceritakan bagaimana bisa sukses membudidayakan cabai Katokkon yang berasal dari Tana Toraja. Menurutnya, cabai Katokkon memiliki keunggulan dari cabai lainnya sehingga mudah dipasarkan salah satunya memiliki tingkat kepedasan 20 kali lipat.
Lihat Juga :