Dewan Pers Sesalkan Kekerasan dan Intimidasi terhadap Jurnalis di Acara Diskusi GMPG

Kamis, 27 Juli 2023 - 14:42 WIB
loading...
A A A
Ia menyebutkan apabila hal tersebut hanya berakhir damai dan tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait, maka kejadian serupa ke depannya akan dianggap biasa-biasa saja kalau sudah ada permintaan maaf.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Terima Laporan Penganiayaan Jurnalis di Acara GMPG

Ninik menyoroti dalam mendekati tahun Pemilu 2024, maka intensitas dan suhu perpolitikan nasional akan semakin panas, sehingga gesekan antara jurnalis dengan pihak yang di liput harus diantisipasi.

"Tadi Ketua Komisi Pengaduan sudah berkomunikasi dengan pihak terkait agar menjadi pembelajaran. Karena dalam kick off Pemilu, Dewan Pers sudah berharap seluruh partai yang jumlahnya 19, penyelenggara pemilu agar transparan, sehingga dapat dimanfaatkan awak media untuk disampaikan ke publik. Karena hak publik untuk tahu. Dengan informasi yang terbuka partisipasi masyarakat akan tinggi. Kalau ditutup-tutupi bagaimana masyarakat akan ikut dalam Pemilu 2024," kata dia.

Menurut Ninik, upaya yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam mengheningkan liputan dan kerja jurnalistik tidak dibenarkan dengan alasan apa pun, apalagi terkait kepentingan publik dan dilakukan di ruang publik.

"Kita harus kembali ke sana, partai politik harus terbuka, transparan. Begitu juga penyelenggara pemilu, jangan pelit terhadap pemberitaan karena masyarakat ingin tahu. Nah, yang membantu ingin tahu adalah teman-teman media, nah kalau media dihalangi, maka konsolidasi demokrasi nya tidak terjadi," tambahnya.

Dewan Pers, kata Ninik, mengecam ada upaya menghalangi untuk memperoleh informasi yang merupakan hak publik terkait diskusi di lokasi tersebut. Ia menjelaskan, media dalam menjalankan tugasnya memang tidak perlu menunggu undangan, harus mengejar informasi, mengolah informasi.

"Kalau mereka (pihak yang diliput) tidak setuju, mereka punya hak jawab, jangan main kasar. Itu saya kira. Pokoknya yang penting jangan marah-marah, jangan dibalas dengan kemarahan, kita senyum saja tapi tetap pada koridor diproses secara hukum," tendasnya.

Ia juga berharap dari perusahaan menyiapkan konseling kepada para korban terkait kasus ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kasus Wanita Disekap...
Kasus Wanita Disekap 3 Tahun di Bandung, Uya Kuya Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rekomendasi
Kontroversi Warnai Laga...
Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved