Sejarah Stadion Utama Gelora Bung Karno, Berawal dari Persiapan Asian Games
Rabu, 26 Juli 2023 - 06:46 WIB
loading...
A
A
A
Selain jadi tempat olahraga, Presiden Soekarno juga mengharapkan Kompleks GBK sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul.
Pada pembangunan gelanggang, terdapat sebuah konstruksi khusus yang dibangun. Konstruksi ini adalah atap baja besar yang bentuknya menyerupai cincin raksasa dan melindungi penonton ketika panas terik atau hujan. Presiden Soekarno menyebutnya ‘Temu Gelang’.
Stadion berkapasitas 77 ribu penonton ini juga telah berstandar FIFA. Tak hanya rumput berkelas, sederet fasilitas dan teknologi terkini juga turut tersemat pada Stadion GBK.
Tak hanya Timnas, Stadion GBK pernah menjadi markas Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu banyak menggunakannya untuk laga-laga besar di Liga Indonesia maupun pertandingan lainnya.
Pada pembangunan gelanggang, terdapat sebuah konstruksi khusus yang dibangun. Konstruksi ini adalah atap baja besar yang bentuknya menyerupai cincin raksasa dan melindungi penonton ketika panas terik atau hujan. Presiden Soekarno menyebutnya ‘Temu Gelang’.
Pernah Berganti Nama
Pada zaman Orde Baru (Orba), GBK diubah namanya menjadi Gelora Senayan. Namun, namanya dipulihkan kembali di era Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Akhirnya, nama kompleks olahraga itu kembali menjadi Gelora Bung Karno.Perkembangan Stadion GBK
Stadion GBK menjadi tempat populer dan banyak menggelar event-event besar. Dari sekian banyak event, salah satunya kandang Timnas Indonesia di laga-laga internasional.Stadion berkapasitas 77 ribu penonton ini juga telah berstandar FIFA. Tak hanya rumput berkelas, sederet fasilitas dan teknologi terkini juga turut tersemat pada Stadion GBK.
Tak hanya Timnas, Stadion GBK pernah menjadi markas Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu banyak menggunakannya untuk laga-laga besar di Liga Indonesia maupun pertandingan lainnya.
(jon)
Lihat Juga :