Fakta-fakta LRT Jabodebek, Nomor 3 Balik Modal Dalam 13 Tahun
Sabtu, 22 Juli 2023 - 07:40 WIB
loading...
LRT Jabodebek dijadwalkan beroperasi komersial pada 18 Agustus 2023 mendatang. Foto/ANTARA/Dok
A
A
A
JAKARTA - Light Rail Transit (LRT) Jabodebek dijadwalkan beroperasi komersial pada 18 Agustus 2023 mendatang. Transportasi berbasis rel ini tentunya diharapkan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan di Jakarta.
Beroperasinya LRT Jabodebek yang groundbreakingnya dilakukan sejak 2015 lalu tentunya dinantikan masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Baca: 24.000 Orang Sudah Daftar Uji Coba LRT Jabodebek dengan Tarif Rp1, Dimulai 27 Juli 2023
Dengan teknologi LRT Jabodebek dapat dioperasikan tanpa masinis dan bisa mengatur jarak antarkereta dengan tetap konstan. Penerapan teknologi GoA level 3 pada LRT Jabodebek ini menjadi terobosan baru yang dihadirkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dalam menyediakan sistem transportasi perkeretaapian yang inovatif namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, LRT Jabodebek didesain dengan menggunakan sistem persinyalan CBTC (Communication Based Train Control) yang di dalamnya disematkan teknologi GoA Level 3, sehingga akan meningkatkan efektivitas headway management antarkereta sekaligus meningkatkan frekuensi perjalanan atau transport rate hingga 30%.
Beroperasinya LRT Jabodebek yang groundbreakingnya dilakukan sejak 2015 lalu tentunya dinantikan masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Baca: 24.000 Orang Sudah Daftar Uji Coba LRT Jabodebek dengan Tarif Rp1, Dimulai 27 Juli 2023
Berikut sejumlah fakta menarik tentang LRT Jabodebek yang telah diujicoba beberapa waktu lalu ini:
1. Teknologi LRT Jabodebek Lebih Canggih dari MRT Jakarta
Teknologi yang dimiliki LRT Jabodebek ini lebih canggih dibandingkan MRT Jakarta maupun LRT Sumatera Selatan. LRT Jabodebek menggunakan teknologi generasi ke-3 atau Grade of Automation (GoA) Level 3.Dengan teknologi LRT Jabodebek dapat dioperasikan tanpa masinis dan bisa mengatur jarak antarkereta dengan tetap konstan. Penerapan teknologi GoA level 3 pada LRT Jabodebek ini menjadi terobosan baru yang dihadirkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub dalam menyediakan sistem transportasi perkeretaapian yang inovatif namun tetap mengedepankan aspek keselamatan.
Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengatakan, LRT Jabodebek didesain dengan menggunakan sistem persinyalan CBTC (Communication Based Train Control) yang di dalamnya disematkan teknologi GoA Level 3, sehingga akan meningkatkan efektivitas headway management antarkereta sekaligus meningkatkan frekuensi perjalanan atau transport rate hingga 30%.
Lihat Juga :