Kisah Sri Rejeki Temukan Inovasi Pengolahan Limbah Kulit Semangka Jadi Keripik
Rabu, 19 Juli 2023 - 23:20 WIB
loading...
Sri Rejeki, pelaku UMKM asal Kediri, Jawa Timur gigih melakukan serangkaian percobaan mengolah limbah kulit semangka menjadi keripik camilan yang bernilai jual. Foto/Ist
A
A
A
KEDIRI - Sri Rejeki, pelaku UMKM asal Kediri, Jawa Timur gigih melakukan serangkaian percobaan untuk mengolah limbah kulit semangka yang selama ini tak dimanfaatkan menjadi keripik camilan. Usahanya tak sia-sia, setelah beberapa kali gagal, kini dia mampu mengolahnya jadi kudapan yang bernilai jual.
Sri berhasil menemukan cara mengubah bagian kukit buah semangka yang tadinya tidak bisa dikonsumsi menjadi keripik yang digemari banyak orang.
Baca juga: Jangan Dibuang! Kulit Semangka Bisa Atasi Rambut Rontok, Begini Caranya
Semua itu berawal dari keprihatinannya melihat petani di daerahnya yang membuang buah semangka yang kulitnya masih bagus gara-gara dagingnya mulai busuk. Sri pun tergerak untuk melakukan eksperimen kulit semangka.
Usahanya tak semudah yang dibayangkan. Dia bolak-balik mengalami kegagalan. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya. Hingga akhirnya dia menemukan cara pengolahan yang baik hingga menjadi keripik yang bisa dijual dan digemari masyarakat.
“Akhirnya bisa saya jual dengan kualitas yang sekarang, renyahnya sudah bisa bertahan sampai dengan empat bulan,” kata Sri semringah, Rabu (19/7/2023).
Keripik kulit semangka temuannya pun menjadi perbincangan para pelanggan dan warga setempat. Mereka menyebut rasanya seperti kudapan usus ayam. Setelah beberapa kali melakukan inovasi, akhirnya keripik semangka muncul dengan berbagai varian seperti balado, jagung, manis, dan keju.
Baca juga: Menu Tumis Semangka Bikin Geger Medsos, Pengin Coba?
“Yang paling digemari itu rasa balado dan original. Kata ibu-ibu tetangga kalau original enaknya dimakan pakai nasi kalau enggak ada lauk,” ungkap Sri.
Kegigihan dalam membuat dan menjual produk ini tidak mudah. Berawal dari munculnya anggapan dari orang-orang di sekitarnya yang menganggap kulit semangka tidak umum untuk dijadikan kudapan enak.
Kerabat bahkan suami Sri juga sempat skeptis dengan langkahnya membesarkan usahanya dengan bergabung ke PNM Mekaar. Sebab tidak ada yang dapat menjamin bahwa keripik ini akan laris seperti keripik yang sudah biasa diperjual belikan.
Namun Sri bisa membuktikan keyakinannya. Omzet usaha kripik kulit semangka ini per bulan bisa tembus Rp6-7 juta dengan harga Rp10 ribu per 100 gr keripik semangka. Penjualannya laris sampai ke luar daerah seperti Jakarta, Makassar, dan Manado.
“Saya jual hanya lewat WA (WhatsApp) saja sih dan langsung antar ke teman. Keripik kulit semangka saya ini bahkan sudah sampai ke Qatar. Ada yang pesan di sana dan sudah diterbangkan produknya,” akunya.
Sri sangat berterima kasih kepada PNM Mekaar yang telah mendampingi usahanya dan memberikan ruang untuk modal dalam menjalankan usaha hingga meraih kesuksesan.
Sri berhasil menemukan cara mengubah bagian kukit buah semangka yang tadinya tidak bisa dikonsumsi menjadi keripik yang digemari banyak orang.
Baca juga: Jangan Dibuang! Kulit Semangka Bisa Atasi Rambut Rontok, Begini Caranya
Semua itu berawal dari keprihatinannya melihat petani di daerahnya yang membuang buah semangka yang kulitnya masih bagus gara-gara dagingnya mulai busuk. Sri pun tergerak untuk melakukan eksperimen kulit semangka.
Usahanya tak semudah yang dibayangkan. Dia bolak-balik mengalami kegagalan. Namun hal itu tak menyurutkan semangatnya. Hingga akhirnya dia menemukan cara pengolahan yang baik hingga menjadi keripik yang bisa dijual dan digemari masyarakat.
“Akhirnya bisa saya jual dengan kualitas yang sekarang, renyahnya sudah bisa bertahan sampai dengan empat bulan,” kata Sri semringah, Rabu (19/7/2023).
Keripik kulit semangka temuannya pun menjadi perbincangan para pelanggan dan warga setempat. Mereka menyebut rasanya seperti kudapan usus ayam. Setelah beberapa kali melakukan inovasi, akhirnya keripik semangka muncul dengan berbagai varian seperti balado, jagung, manis, dan keju.
Baca juga: Menu Tumis Semangka Bikin Geger Medsos, Pengin Coba?
“Yang paling digemari itu rasa balado dan original. Kata ibu-ibu tetangga kalau original enaknya dimakan pakai nasi kalau enggak ada lauk,” ungkap Sri.
Kegigihan dalam membuat dan menjual produk ini tidak mudah. Berawal dari munculnya anggapan dari orang-orang di sekitarnya yang menganggap kulit semangka tidak umum untuk dijadikan kudapan enak.
Kerabat bahkan suami Sri juga sempat skeptis dengan langkahnya membesarkan usahanya dengan bergabung ke PNM Mekaar. Sebab tidak ada yang dapat menjamin bahwa keripik ini akan laris seperti keripik yang sudah biasa diperjual belikan.
Namun Sri bisa membuktikan keyakinannya. Omzet usaha kripik kulit semangka ini per bulan bisa tembus Rp6-7 juta dengan harga Rp10 ribu per 100 gr keripik semangka. Penjualannya laris sampai ke luar daerah seperti Jakarta, Makassar, dan Manado.
“Saya jual hanya lewat WA (WhatsApp) saja sih dan langsung antar ke teman. Keripik kulit semangka saya ini bahkan sudah sampai ke Qatar. Ada yang pesan di sana dan sudah diterbangkan produknya,” akunya.
Sri sangat berterima kasih kepada PNM Mekaar yang telah mendampingi usahanya dan memberikan ruang untuk modal dalam menjalankan usaha hingga meraih kesuksesan.
(shf)
Lihat Juga :