Ini Alasan Uji Klinis Vaksin Corona Dilakukan di Bandung

Senin, 27 Juli 2020 - 23:03 WIB
loading...
Ini Alasan Uji Klinis...
Ketua Tim Riset FK Unpad Kusnandi Rusmil. Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Uji klinis terhadap vaksin COVID-19 asal China di Kota Bandung bukan tanpa alasan. Pemilihan Bandung sebagai pusat dikumpulkannya relawan untuk uji klinis seteah mempertimbangkan beberapa hal.

Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran (FK) Unpad Kusnandi Rusmil, salah satu alasan uji klinis vaksin COVID ini tak lepas dari tingginya kasus virus corona di Bandung. Sehingga perlu dilakukan upaya imunisasi untuk melindungi masyarakat. (BACA JUGA: Uji Klinis Vaksin COVID-19 Masih Tunggu Restu Komite Etik )

"Kami juga sudah 20 tahun lamanya menjadi lembaga penguji vaksin. Dan mayoritas uji klinis vaksin dilakukan di Bandung. Bukan kali ini saja," kata Kusnandi Rusmil di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2020). (BACA JUGA: Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Bakal Dilindungi Pemerintah )

Menurut dia, uji klinis vaksin ini dilakukan oleh tiga lembaga. Terdiri atas Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Bio Farma di Bandung dan Sinovach Biotech perusahaan asal China. Perusahaan ini sudah cukup dikenal atas kemampuannya memproduksi sejumlah vaksin. (BACA JUGA: Tim Riset FK Unpad Rekrut Puluhan Tenaga Medis Dukung Uji Klinis Vaksin COVID-19 )

Kendati mempertimbangkan Bandung dengan kasus corona tinggi, namun relawan uji klinis yang akan disuntik vaksin tidak didasarkan pada kelompok tertentu. Uji klinis akan dilakukan secara acak, bagi siap pun yang mendaftar. Selama memenuhi persyaratan.

"Syaratnya relawan dalam keadaan sehat. Usia 18 hingga 58 tahun. Nanti relawan tersebut dibebaskan beraktivitas secara normal. Tidak ada ketentuan khusus," ujar dia.

Kusnani menuturkan, vaksin yang bakal disuntikkan ke relawan itu sudah aman bagi manusia. Karena virus Corona untuk vaksin telah dimatikan dan digantikan menjadi antivirus.

Dia pun memastikan, relawan tidak akan terkena virus COVID-19 akibat suntikan vaksin itu. Kendati begitu, ada beberapa efek samping yang disebabkan suntikan vaksin.

Namun, efek itu berlaku umum, layaknya efek samping suntikan vaksin lainnya. Di mana, secara umum ada efek samping lokal dan sistemik.

"Misalnya efek samping lokal, yaitu terjadi bengkak dan nyeri. Tapi biasanya, mereka yang bereaksi hanya sekitar 30%. Sedangkan kurang dari 5% terkena demam. Efek itu pun akan hilang dalam dua hari," tutur Kusnandi.

Efek lainnya, ungkap dia, pasien akan lemas dalam waktu 30 menit setelah disuntik. Sehingga, selama periode itu, relawan belum diperbolehkan pulang.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ribuan Bobotoh Kumpul...
Ribuan Bobotoh Kumpul di Kawasan Gedung Merdeka, Teriakan Juara Bergema
Pansus 12 DPRD Kota...
Pansus 12 DPRD Kota Bandung Rampungkan Raperda Kesejahteraan Sosial, Segera Masuki Tahap Harmonisasi
DPRD Kota Bandung Targetkan...
DPRD Kota Bandung Targetkan Raperda Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko Segera Rampung
Bandung Kembali Mencekam,...
Bandung Kembali Mencekam, Kelompok Berpakaian Hitam Mengamuk di DPRD Jabar
Imbas Demo Ricuh di...
Imbas Demo Ricuh di Bandung, 5 Bangunan Ludes Dibakar
Viral! Plt Dirut Perumda...
Viral! Plt Dirut Perumda Tirtawening Copot Seluruh CCTV, Alasannya Informasi Bocor Terus
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Rekomendasi
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
BPIP Sebut 228 Putra-Putri...
BPIP Sebut 228 Putra-Putri Terbaik Jalani Verifikasi Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Berita Terkini
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Toni, Badri, dan Saiful...
Toni, Badri, dan Saiful Hakim Dilaporkan Kader PPP ke Polda Metro atas Dugaan Pemalsuan Dokumen Muktamar
Banyuwangi Kota Pembuka...
Banyuwangi Kota Pembuka Satu Indonesia Awards 2026, Bupati: SDM Kunci Kemajuan Daerah
Pengamat Apresiasi Pendekatan...
Pengamat Apresiasi Pendekatan Humanis Polri dalam Mengawal Aksi Demonstrasi Mahasiswa
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved