Geger Serangan Antraks di Gunungkidul, Sapi Kembali Mati Mendadak dan Disembelih Warga

Kamis, 13 Juli 2023 - 07:17 WIB
loading...
Geger Serangan Antraks...
Seekor sapi kembali dilaporkan mati mendadak di Gunungkidul, DIY. Sontak membuat geger warga yang sebelumnya dihebohkan dengan serangan penyakit antraks. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A A A
GUNUNGKIDUL - Seekor sapi kembali dilaporkan mati mendadak di Dusun Ngasem Rejo RT 16/RW 02 Kalurahan Ngawu Kapanewon Playen, Gunungkidul, DIY. Sontak membuat geger warga Gunungkidul yang sebelumnya dihebohkan dengan serangan antraks.

Lurah Ngawu, Bowo Dwi Jatmiko membenarkan adanya sapi milik warganya yang mati mendadak. Sapi tersebut milik Cipto Wiyono, peternak asal Dusun Ngasem Rejo. Sapi yang mati tersebut baru berumur sekitar 1 tahun.

Baca juga: Diduga Terkena Antraks, Dua Ekor Sapi Milik Warga Mati Mendadak

"Jenis sapinya simmental dan berjenis kelamin betina,"ujarnya, Rabu (12/7/2023) malam.



Bowo mengatakan sapi tersebut sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Pemilik mengaku memberi pakan terakhir kali Rabu pagi sekira pukul 08.00 WIB dengan pakan kolonjono, rumput dan konsentrat.

Namun sekira pukul 16.30 WIB sapi tersebut tiba-tiba kejang dan sempat bisa jalan setelah kejang. Kemudian perutnya membesar dan tiba-tiba ambruk. Warga kemudian menyembelihnya

"Itu sapinya kayaknya kembung," tutur Bowo, Kamis (13/7/2023).

Baca juga: Sejak November, 5 Sapi di Semanu Gunungkidul Mati Karena Antraks

Bowo menambahkan berdasarkan keterangan pemilik sapi, tidak ada indikasi keracunan. Terlebih rumput untuk pakan sudah lama diberi pupuk sehingga aman dikonsumsi ternak.

Saat mati, tidak ada ceceran darah. Dari pemeriksaan pihak Puskeswan tidak ada lesi di lidah dan gusi, tidak ada darah dari lubang alami namun perutnya mengalami kembung.

"Atas arahan dari dokter Arum Puskeswan playen. Bangkai sapi harus dikuburkan,"ujarnya

Bowo mengaku tidak mengetahui alasan mengapa sapi tersebut disembelih oleh warga, apakah akan dibrandu (dibagi-bagi dan dikonsumsi bersama atau tidak). Dia menduga warga menganggap sapi itu aman dikonsumsi karena hanya kembung.

"Soale kan pemahaman neng ndeso ki kui mung kembung (soalnya pemahaman orang desa itu hanya kembung) jadi mungkin dianggap aman. Untung dokter dari Puskeswan sudah kasih perintah dan bisa diterima warga," terangnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Gunungkidul, drh Retno Widyastuti juga membenarkan adanya sapi yang mati tersebut. Meski mati mendadak namun dia menepis jika itu karena antraks. Sebab untuk memastikan penyebabnya masih menunggu hasil tes uji laboratorium.

"Kita sudah kirim sampel darah ke laboratorium. Biasanya (hasilnya) semingguan," ujar Retno.

Menurutnya kematian hewan itu bisa disebabkan beberapa hal dan belum tentu ternak mati sebabnya karena anthrax.

Jadi kesimpulannya masih menunggu hasil laboratorium dan pihaknya tidak bisa menduga-duga. Diagnosa pastinya menunggu pemeriksaan sampel darah yang kemarin sudah diambil.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PB IKA PMII Terima Bantuan...
PB IKA PMII Terima Bantuan Sapi Presiden, Salurkan 5.000 Paket Daging Ramah Lingkungan
Partai Perindo Sultra...
Partai Perindo Sultra Kurban 5 Sapi, Ferry Irawan: Bentuk Kepedulian kepada Masyarakat
Antisipasi Risiko Geopolitik...
Antisipasi Risiko Geopolitik Global, BUMD Jakarta Percepat Impor 7.500 Sapi
Bikin Geger! Benda Mirip...
Bikin Geger! Benda Mirip Torpedo Mengapung di Pinggir Pantai Sumenep
Pasbata Bantu Ahmad...
Pasbata Bantu Ahmad Tri Efendi, Bocah yang Putus Sekolah demi Rawat Orang Tuanya yang Sakit
Geger! Seorang Pria...
Geger! Seorang Pria Diduga Bunuh Diri di Pondok Indah Mall 2
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Hidup dengan Multiple...
Hidup dengan Multiple Sclerosis, Penderita Kelihatan Baik-baik Saja meski Berjuang Dalam Diam
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Rekomendasi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved