Orang Tua Siswa Mengeluh, DPRD Parepare Panggil Kadisdik dan Kepsek

Senin, 27 Juli 2020 - 19:35 WIB
loading...
Orang Tua Siswa Mengeluh,...
Suasana pertemuan antara DPRD dengan para kepala sekolah, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Senin (27/7/2020). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle
A A A
PAREPARE - Komisi II DPRD kota Parepare menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan kepala-kepala sekolah (kepsek) di semua jenjang pendidikan di kota Parepare, Senin (27/03/2020).

Rapat dibuka Ketua DPRD Parepare, Andi Nuhatina Tipu dan dipimpin Ketua Komisi II, Kamaluddin Kadir didampingi anggota Komisi II, Haryani Ridwan di ruang paripurna DPRD Parepare.

Baca juga: Program Pemulihan UMKM Terdampak COVID-19 di Parepare Mulai Dijalankan

Kamaluddin mengatakan, rapat tersebut merupakan bentuk tindak lanjut aduan orang tua maupun peserta didik, terkait pembayaran seragam, dan biaya-biaya yang timbul setelah pelajar dirumahkan akibat dampak COVID-19 .

"Untuk baju seragam dipersilakan membeli sendiri. Untuk pembayaran seragam khas sekolah, jika memang ada orang tua yang merasa berat, bisa diberi kebijakan dengan dicicil," kata Kamaluddin.

Kamaluddin yang juga legislator dari Partai Gerindra tersebut menjelaskan, masih banyak sekolah yang belum membagikan dana BOS untuk kebutuhan pembelian pulsa, kuota, dan aplikasi berbayar bagi orang tua murid. Karena kata dia, banyak keluhan orang tua terkait hal itu, sedangkan di satu sisi sudah ada beberapa sekolah sudah menerapkan.

"Makanya kami minta yang lain segera menerapkan juga, karena aturan dan dasarnya sudah jelas, tinggal dilaksanakan," ujarnya.

Kamaluddin menambahkan, pihaknya berharap Disdikbud membuat sistem penerimaan yang lebih terintegrasi, secara berkesinambungan, dan terkait hal itu DPRD siap mendukung penganggarannya. Supaya, lanjut dia, tidak ada lagi siswa yang tidak sekolah.

"Penyebaran guru berprestasi, dan perbaikan sarana dan prasarana juga harus dipikirkan ke depannya supaya ada pemerataan kualitas pendidikan, apalagi Parepare adalah kota pendidikan," ungkapnya.

Sementara, Plt Kadisdikbud Parepare, Arifuddin Idris memaparkan, sistem seleksi yang dibuat tahun ini bentuknya sederhana, mudah dipahami, dan mudah digunakan dengan model terpadu dan anggaran yang mencapai Rp30 juta. Alasannya, kata dia, saat ini harus melibatkan IT dalam pelayanan. Dalam penerimaan juga harus menerapkan protokol kesehatan , sistem ini meminimalisir pergerakan orang tua siswa.

"Nilai rapor dijadikan indikator bagi calon peserta didik yang berprestasi. Untuk SD sebisa mungkin harus dekat dari rumah peserta didik. Penambahan SD dan ruang kelas bisa dilakukan namun penambahan ruang harus melalui kajian. Untuk SMP kami menerapkan zonasi, afirmasi, perpindahan dan prestasi. Sebelum melakukan penetapan kuota, harus disiapkan semua, guru, kelas dan lainnya," terangnya.

Baca juga: Terkendala Biaya, Ratusan Murid SD Terima Bantuan Kuota Internet Gratis

Arifuddin yang saat ini menjabat sebagai Sekdisdikbud mengemukakan, berdasarkan usulan dari sekolah, 94 kelas yang akan diisi dengan jumlah kuota sebanyak 3008, dan siswa yang bisa ditampung 2592 untuk negeri dan swasta 416. Sementara, siswa yang tamat 2565, siswa yang mendaftar online sebanyak 1863, jadi dari 94 kelas yang disiapkan, hanya 80 yang terisi dan 14 kosong. Sebanyak 803 mendaftar di pesantren, maupun di madrasah tsanawiyah.

"Terkait baju seragam merah putih, putih biru dan pramuka tidak boleh dikoordinir oleh sekolah. Untuk baju batik dan olahraga karena menjadi ciri khas dan kebanggaan sekolah tetap dibeli di sekolah, itupun tidak mendesak dan tidak harus segera," tandasnya.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panaskan Mesin Partai,...
Panaskan Mesin Partai, Perindo Sulsel Target 1 Fraksi di DPRD Parepare
Rapat Konsolidasi, Partai...
Rapat Konsolidasi, Partai Perindo Siap Menangkan Pemilu 2024 di Sulsel
DPRD dan Pemkot Parepare...
DPRD dan Pemkot Parepare Setujui Ranperda Kota Layak Anak
Ketua DPRD Parepare...
Ketua DPRD Parepare Andi Nurhatina Tipu Meninggal Dunia
Target Ketua DPRD, Gerindra...
Target Ketua DPRD, Gerindra Parepare Siap Dilantik Juli Depan
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved