Di Tengah Pandemi, Aminullah Beri Keleluasaan Pelaku UMKM Bergerak
Senin, 27 Juli 2020 - 18:15 WIB
loading...
Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) berdampak pada melemahnya sektor ekonomi dan bisnis. Wabah ini menghancurkan sisi terpenting dari ekonomi,
A
A
A
BANDA ACEH - Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) berdampak pada melemahnya sektor ekonomi dan bisnis. Wabah ini menghancurkan sisi terpenting dari ekonomi, yakni penawaran dan permintaan. Dampak ini juga dirasakan oleh pelaku ekonomi mikro atau yang sering disebut UMKM.
Tak terkecuali di Banda Aceh, ibukota Kota Provinsi Aceh ini juga mengalami kondisi ini dan membuat sektor UMKM di ‘Kota Gemilang’ sempat melemah di awal-awal pandemi melanda.
Namun, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman punya strategi tersendiri menyelamatkan sektor usaha mikro ini.
Bersama wakilnya Zainal Arifin, berbagai kebijakan ia keluarkan demi menyelamatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebagai seorang ekonom, Aminullah sangat paham bahwa UMKM menjadi tulang punggung perekonomian kota, karena sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja. Di level nasional, hal ini pernah terbukti saat krisis moneter 1998, dimana UMKM saat itu muncul sebagai penyelamat ekonomi nasional.
Karenanya, bagi Aminullah, UMKM harus tetap berdaya dan berkembang meski di tengah pandemi, bagaimanapun caranya.
Saat ini (Data Mei 2020), ada 12.970 UMKM di Banda Aceh. Mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2018, yakni 10.994 unit.
“Bagaimanapun caranya, pelaku usaha mikro ini harus tetap hidup dan berkembang. Pandemi Covid-19 tidak harus membuat kita menyerah, karena UMKM ini akan menjadi penyelamat ekonomi Banda Aceh,” kata Aminullah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini, Minggu (26/7/2020).
Tak terkecuali di Banda Aceh, ibukota Kota Provinsi Aceh ini juga mengalami kondisi ini dan membuat sektor UMKM di ‘Kota Gemilang’ sempat melemah di awal-awal pandemi melanda.
Namun, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman punya strategi tersendiri menyelamatkan sektor usaha mikro ini.
Bersama wakilnya Zainal Arifin, berbagai kebijakan ia keluarkan demi menyelamatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebagai seorang ekonom, Aminullah sangat paham bahwa UMKM menjadi tulang punggung perekonomian kota, karena sektor ini mampu menyerap banyak tenaga kerja. Di level nasional, hal ini pernah terbukti saat krisis moneter 1998, dimana UMKM saat itu muncul sebagai penyelamat ekonomi nasional.
Karenanya, bagi Aminullah, UMKM harus tetap berdaya dan berkembang meski di tengah pandemi, bagaimanapun caranya.
Saat ini (Data Mei 2020), ada 12.970 UMKM di Banda Aceh. Mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2018, yakni 10.994 unit.
“Bagaimanapun caranya, pelaku usaha mikro ini harus tetap hidup dan berkembang. Pandemi Covid-19 tidak harus membuat kita menyerah, karena UMKM ini akan menjadi penyelamat ekonomi Banda Aceh,” kata Aminullah yang juga Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Aceh ini, Minggu (26/7/2020).
Lihat Juga :