Gunung Karangetang Muntahkan Awan Panas Sejauh 2 Km, Warga Bolo Diungsikan
Senin, 10 Juli 2023 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
Gempa guguran terjadi 60 kali dengan Amplitudo 10-35 mm dengan durasi 50-333 detik.Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.25-5 mm (dominan 2 mm). Seismogram masih didominasi gempa permukaan.
Baca Juga: Gempa Tremor Menerus Terekam dari Perut Gunung Karangetang
Masyarakat direkomendasikan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat Daya, Selatan, Tenggarah sejauh 3.5 m.
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
”Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” pungkasnya.
Baca Juga: Gempa Tremor Menerus Terekam dari Perut Gunung Karangetang
Masyarakat direkomendasikan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat Daya, Selatan, Tenggarah sejauh 3.5 m.
Mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama kesektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.
”Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai,” pungkasnya.
(ams)
Lihat Juga :