Akun Facebooknya Dicatut untuk Provokasi Isu SARA, Jurnalis di Kendari Lapor ke Polisi

Senin, 27 Juli 2020 - 11:58 WIB
loading...
Akun Facebooknya Dicatut...
Seorang jurnalis di Kendari, pemilik akun Facebook Jumaddin Arif, melaporkan akun Facebook Rahman Ashar, di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto iNews TV/Asdar Z
A A A
KENDARI - Seorang jurnalis di Kendari, pemilik akun Facebook Jumaddin Arif, melaporkan akun Facebook Rahman Ashar, di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra). Dalam laporannya, Rahman Ashar, mengunggah screenshot postingan Facebook atas nama Jumaddin Arif, diduga hasil editan yang bermuatan SARA.

Hal ini sudah beberapa kali dilakukan oleh pemilik akun Facebook Rahman Ashar, setelah sebelumnya memperdaya seorang TNI, juga dengan isu SARA

"Saya kaget, pada Kamis malam, 23 Juli 2020, sekitar pukul 22.19 Wita, saya dikirimkan screenshot postingan Rahman Ashar oleh nomor baru yang saya tidak kenal," kata Jumaddin Arif. (Baca: Banjir Kepung Kota Balikpapan Setelah Diguyur Hujan 6 Jam)

Dalam screenshot yang dikirimkan itu, Rahman Ashar mengunggah foto Jumaddin Arif bersama keluarganya dengan caption provokatif menyinggung SARA. Pada screenshot caption yang dibagikan di beranda facebook Rahman Ashar, juga menyertakan nomor WhatsApp Jumaddin Arif.

Gambar beserta caption yang diunggah Rahman Ashar tersebut dibagikan kembali oleh Rahman Ashar sendiri di beberapa grup Facebook. Hal itu mengundang reaksi para netizen. Bahkan menurut Jumaddin, banyak nomor-nomor baru yang mengirim pesan WhatsApp dengan nada-nada kurang berkenaan.

Mantan redaktur salah satu surat kabar harian di Kendari ini, mengaku tidak pernah menuliskan status berisi isu SARA seperti yang disebar oleh Rahman Ashar.

Menurut Jumaddin, akun miliknya tidak sedang dibajak karena sampai saat ini akun Facebooknya masih aman-aman saja. (Bisa diklik: Petani Hilang Diterkam Buaya, Basarnas Turunkan Perahu Karet Cari Korban)

Jumaddin menduga, gambar yang diunggah dan disebar oleh Rahman Ashar merupakan hasil editan.

"Kita berharap, Polda Sultra dapat mengungkap kasus ini karena telah meresahkan dan mencemarkan nama baik banyak orang. Sebab, ternyata sudah banyak yang jadi korban atas ulah akun Facebook Rahman Ashar," kata Jumaddin.

Jumaddin meminta Polda Sultra untuk lebih serius dalam mengungkap kasus pelanggaran ITE ini karena dikhawatirkan dapat memicu hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

"Apalagi ini mengangkat isu SARA. Saya kira hal-hal seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Jujur saja, dengan adanya kasus ini, saya bersama keluarga merasa tidak nyaman, dan merasa tidak aman," timpalnya.

"Keluarga saya banyak menanyakan perihal ini. Saya merasa bersyukur, karena baik dari pihak atau dari suku yang disudutkan maupun dari keluarga saya sendiri terlebih dahulu meminta klarifikasi dari saya. Yang kita khawatirkan jangan sampai ada orang-orang tertentu yang merasa tersinggung, tanpa klarifikasi, dan langsung melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Ini yang rawan," kata Jumaddin.

Olehnya itu, sekali lagi, Jumaddin meminta Polda Sultra mengungkap masalah ini agar tidak meresahkan dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada lagi korban berikutnya.

"Saya juga meminta maaf kepada saudara-saudaraku dari suku Tolaki yang merasa tersinggung dengan adanya postingan Rahman Ashar tersebut. Postingan itu bukan tulisan saya, dan saya yakin itu hanya provokasi," tandasnya.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Ringankan Beban Warga Kendari
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Gempa M4,5 Guncang Kendari,...
Gempa M4,5 Guncang Kendari, Berpusat di Darat Akibat Sesar Aktif
Warga Kendari Bersyukur...
Warga Kendari Bersyukur Terima Daging Kurban dari Partai Perindo
BSKDN Gelar Rakor Regional...
BSKDN Gelar Rakor Regional di Kendari Perkuat Implementasi Program Prioritas Nasional
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Rekomendasi
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Berita Terkini
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved