Santri Dukung Ganjar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Lebak
Senin, 26 Juni 2023 - 13:21 WIB
loading...
SDG Banten menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik untuk mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian di Ponpes Nurul Hijrah, Kabupaten Lebak, Minggu (25/6/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
LEBAK - Santri Dukung Ganjar (SDG) Banten menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik untuk mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian. Kegiatan ini juga membantu santri berdaulat dan makmur di berbagai sektor.
Pelatihan dimentori langsung Purnabakti Dosen Fakultas Pertanian IPB Prof Hein Nicolas dan diikuti puluhan santri Ponpes Nurul Hijrah, Kabupaten Lebak, Minggu (25/6/2023). Dalam pelatihan tersebut Hein menjelaskan tentang penggunaan pemanfaatan kotoran hewan dan daun kering yang dibantu dengan zat pengurai bisa menghasilkan kualitas pupuk kandang secara optimal.
"Fungsinya untuk menetralisir PH, mengurai tanah dan zat pengatur tumbuh. Bilamana itu sudah terbentuk menjadi kompos, maka akan menghidupi seluruh tumbuhan apa saja, seper seperti tanaman hias, buah-buahan, sayuran dan lain sebagainya. Hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan dari tanaman itu sendiri," kata Hein.
Hein berharap pelatihan tersebut bisa memperkuat posisi santri, khususnya dalam sektor pertanian. Dengan jumlahnya yang banyak, santri bisa membangun ekosistemnya di sektor pertanian. “Supaya menjadi santri yang memiliki kemampuan agama yang kuat dan keilmuan dunia berbasis pertanian," ujarnya.
Korwil SDG Banten Yury Alam Fathallah menyampaikan pentingnya santri mengetahui penggunaan pupuk organik. "Dari pelatihan ini, para santri mengetahui manfaat bagaimana kotor hewan yang selama ini banyak dibuang bisa dimanfaatkan sebagai pahan pupuk. Banyak pesantren yang beternak, tapi tidak paham bagaimana memanfaatkan kotoran hewan dengan optimal," lanjutnya.
Yury berharap program pelatihan ini bisa membantu program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Peran santri tersebut penting untuk memperkuat sektor pertanian dalam memasok kebutuhan pokok kepada masyarakat.
"Harapannya, setelah safari di beberapa ponpes di Banten, kami dapat membentuk ekosistem pertanian yang mana nantinya santri tersebut bisa dilibatkan dalam setiap proses yang dikerjakan," ujar dia.
Pelatihan dimentori langsung Purnabakti Dosen Fakultas Pertanian IPB Prof Hein Nicolas dan diikuti puluhan santri Ponpes Nurul Hijrah, Kabupaten Lebak, Minggu (25/6/2023). Dalam pelatihan tersebut Hein menjelaskan tentang penggunaan pemanfaatan kotoran hewan dan daun kering yang dibantu dengan zat pengurai bisa menghasilkan kualitas pupuk kandang secara optimal.
"Fungsinya untuk menetralisir PH, mengurai tanah dan zat pengatur tumbuh. Bilamana itu sudah terbentuk menjadi kompos, maka akan menghidupi seluruh tumbuhan apa saja, seper seperti tanaman hias, buah-buahan, sayuran dan lain sebagainya. Hal tersebut akan mempercepat proses pertumbuhan dari tanaman itu sendiri," kata Hein.
Hein berharap pelatihan tersebut bisa memperkuat posisi santri, khususnya dalam sektor pertanian. Dengan jumlahnya yang banyak, santri bisa membangun ekosistemnya di sektor pertanian. “Supaya menjadi santri yang memiliki kemampuan agama yang kuat dan keilmuan dunia berbasis pertanian," ujarnya.
Korwil SDG Banten Yury Alam Fathallah menyampaikan pentingnya santri mengetahui penggunaan pupuk organik. "Dari pelatihan ini, para santri mengetahui manfaat bagaimana kotor hewan yang selama ini banyak dibuang bisa dimanfaatkan sebagai pahan pupuk. Banyak pesantren yang beternak, tapi tidak paham bagaimana memanfaatkan kotoran hewan dengan optimal," lanjutnya.
Yury berharap program pelatihan ini bisa membantu program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Peran santri tersebut penting untuk memperkuat sektor pertanian dalam memasok kebutuhan pokok kepada masyarakat.
"Harapannya, setelah safari di beberapa ponpes di Banten, kami dapat membentuk ekosistem pertanian yang mana nantinya santri tersebut bisa dilibatkan dalam setiap proses yang dikerjakan," ujar dia.
Lihat Juga :