Sejarah Rembang, Diambil dari Ritual Membabat Pengantin Pohon Tebu
Minggu, 26 Juli 2020 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Nama Rembang bersama-sama dengan kota-kota pantai lainnya di Jawa juga muncul dalam sumber tertulis yang berasal dari Tome Pires. Disebutkan oleh Tome Pires, (1512-1515) antara lain: Now comesjava and we mustspeak of the King within the hinterland. The land of Cherimon (Cherobaan), the land Jayapura, the land of Losari (Locari), the land of Tegal (Tegeguall), the land of Semarang (Camaram), the land of Demak (Demma), Tidunan (Tudumar), the land of Japara, dan the land of Rembang (Remee).
Kemudian, the land of Tuban (Toban), the land of Sidayu (Cedayo), the land of Gresee (Agacij), the land of Surabaya (Curubaya), the land of Gamta, the land of Blambangan, the land of Pajarakan (Pajarucam), the land of Camta, the land of Panaruakan (Panarunca), the land of Chamdy, and when is ended we will speak of the great island of Madura.
Sumber lain tentang Rembang diperoleh dari sebuah manuskrip tulisan oleh Mbah Guru. Disebutkan,”kira-kira tahun Syaka 1336, ada orang Campa Banjarmlati berjumlah delapan keluarga yang pandai membuat gula tebu ketika ada di negaranya”.
Orang-orang tadi pindah untuk membuat gula merah yang tidak dapat dipatahkan itu, berangkatnya melalui lautan menuju arah barat hingga mendarat di sekitar sungai yang pinggir dan kanan kirinya tumbuh tak teratur pohon bakau.
Kepindahan orang-orang itu dipimpin oleh kakek Pow Ie Din. Setelah mendarat, kemudian mengadakan doa dan semedi, lalu mulai menebang pohon bakau tadi yang diteruskan oleh orang-orang lainnya.
Tanah lapang itu kemudian dibuat tegalan dan pekarangan serta perumahan yang selanjutnya menjadi perkampungan itu dinamakan kampung atau Kabongan, mengambil kata dari sebutan pohon bakau, menjadi Ka-bonga-an (Kabongan).
Kemudian, the land of Tuban (Toban), the land of Sidayu (Cedayo), the land of Gresee (Agacij), the land of Surabaya (Curubaya), the land of Gamta, the land of Blambangan, the land of Pajarakan (Pajarucam), the land of Camta, the land of Panaruakan (Panarunca), the land of Chamdy, and when is ended we will speak of the great island of Madura.
Sumber lain tentang Rembang diperoleh dari sebuah manuskrip tulisan oleh Mbah Guru. Disebutkan,”kira-kira tahun Syaka 1336, ada orang Campa Banjarmlati berjumlah delapan keluarga yang pandai membuat gula tebu ketika ada di negaranya”.
Orang-orang tadi pindah untuk membuat gula merah yang tidak dapat dipatahkan itu, berangkatnya melalui lautan menuju arah barat hingga mendarat di sekitar sungai yang pinggir dan kanan kirinya tumbuh tak teratur pohon bakau.
Kepindahan orang-orang itu dipimpin oleh kakek Pow Ie Din. Setelah mendarat, kemudian mengadakan doa dan semedi, lalu mulai menebang pohon bakau tadi yang diteruskan oleh orang-orang lainnya.
Tanah lapang itu kemudian dibuat tegalan dan pekarangan serta perumahan yang selanjutnya menjadi perkampungan itu dinamakan kampung atau Kabongan, mengambil kata dari sebutan pohon bakau, menjadi Ka-bonga-an (Kabongan).
Lihat Juga :