Komitmen Ketua DPP Partai Perindo Cegah Korupsi yang Sistematis
Minggu, 25 Juni 2023 - 08:11 WIB
loading...
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum Internal Christophorus Taufik (2 kiri) saat uji Bacaleg DPR RI (Avirista Midaada / MPI)
A
A
A
MALANG - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum Internal Christophorus Taufik berkomitmen bakal menanggulangi korupsi. Hal ini sesuai komitmen Partai Perindo yang komitmen menjadi partai politik yang mengedepankan integritas, yang meminta para kadernya menjaga kejujuran dan integritas.
"Soal korupsi komitmen pribadi ya pasti nggak. Kalau mau nyaleg gila mau tidak komitmen ke korupsi," ucap Christophorus Taufik ketika diskusi pada Uji Publik Bacaleg DPR RI bertajuk Ketika Rakyat Bersuara di Kota Malang, pada Sabtu (24/6/2023).
Chris, sapaan akrabnya menjelaskan, bila tren korupsi kali ini memang berkembang dan bermetamorfosis menyesuaikan zaman. Menurutnya, bila sebelumnya korupsi melakukan pengadaan barang melalui e-katalog, kini pengadaan barang itu disiasati dengan pengadaan barang yang dipesan khusus, dengan spesifikasi yang sudah ditentukan yang tidak ada di e-katalog.
"Makanya kalau diperhatikan korupsi yang berkembang sekarang, kalau saya lihat karakteristiknya berubah, yang dilakukan mereka adalah bermain di project - project yang customize," tuturnya.
Baca juga: Usai Acara di GBK, PDIP Jatim Siap Mantapkan Upaya Pemenangan Ganjar Pranowo
Ia mencontohkan ketika korupsi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengadaan barang tidak melalui lelang dari e-katalog, karena ada permintaan khusus standar yang bisa dikustomize, sebagaimana kesepakatan bersama.
"Di Kominfo itu pekerjaannya cuma itu, kalau e-katalog bisa ngecek harga kabel, harga paku bisa dicek, tapi perusahaan yang customize nggak bisa. Maka mereka mulai masuk ke sistem yang lelang-lelang, tidak ada di e-katalog," ucap, caleg dari partai yang ditetapkan oleh KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024.
"Soal korupsi komitmen pribadi ya pasti nggak. Kalau mau nyaleg gila mau tidak komitmen ke korupsi," ucap Christophorus Taufik ketika diskusi pada Uji Publik Bacaleg DPR RI bertajuk Ketika Rakyat Bersuara di Kota Malang, pada Sabtu (24/6/2023).
Chris, sapaan akrabnya menjelaskan, bila tren korupsi kali ini memang berkembang dan bermetamorfosis menyesuaikan zaman. Menurutnya, bila sebelumnya korupsi melakukan pengadaan barang melalui e-katalog, kini pengadaan barang itu disiasati dengan pengadaan barang yang dipesan khusus, dengan spesifikasi yang sudah ditentukan yang tidak ada di e-katalog.
"Makanya kalau diperhatikan korupsi yang berkembang sekarang, kalau saya lihat karakteristiknya berubah, yang dilakukan mereka adalah bermain di project - project yang customize," tuturnya.
Baca juga: Usai Acara di GBK, PDIP Jatim Siap Mantapkan Upaya Pemenangan Ganjar Pranowo
Ia mencontohkan ketika korupsi di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), pengadaan barang tidak melalui lelang dari e-katalog, karena ada permintaan khusus standar yang bisa dikustomize, sebagaimana kesepakatan bersama.
"Di Kominfo itu pekerjaannya cuma itu, kalau e-katalog bisa ngecek harga kabel, harga paku bisa dicek, tapi perusahaan yang customize nggak bisa. Maka mereka mulai masuk ke sistem yang lelang-lelang, tidak ada di e-katalog," ucap, caleg dari partai yang ditetapkan oleh KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024.
Lihat Juga :