Perwakilan Kepala Desa 10 Negara Siap Hadiri ASEAN Village Network di DIY
Jum'at, 23 Juni 2023 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar melalui SOMRDPE menginisiasi pembentukan ASEAN Village Network untuk bertukar pandangan dan praktik baik tentang solusi cerdas dalam menanggapi permasalahan di desa.
Sebagai implementasinya, SOMRDPE menominasikan 9 desa yang telah mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat Nasional maupun Provinsi dalam bidang pariwisata, digital dan produk unggulan. Kesembilan desa tersebut mewakili masing-masing bidang, yaitu Desa Wisata meliputi Desa Mangunan, Yogyakarta, Desa Kembang Kuning, NTB, dan Desa Sekapuk Jawa Timur; Desa Digital mencakup Desa Cibiru Wetan, Jawa Barat, Desa Duda Timur, Bali, dan Desa Kubu, Kalimantan Barat; OVOP mencakup Desa Muara Badak Ulu, Kalimantan Timur, Desa Namang, Kepulauan Bangka Belitung dan Desa Blendung, Jawa Tengah.
“AVN merupakan momentum baik bagi desa-desa di negara ASEAN untuk bertukar pandangan dan mendiskusikan isu-isu desa. Dengan program ini suara desa dapat terdengar dan dipertimbangkan baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” tambah M Fachri.
Sebagai refleksi, dalam KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo-NTT, AVN menjadi program yang diprioritaskan pelaksanaannya yang dideklarasikan dalam ASEAN Leader Joint Statement.
Kemendesa PDTT juga diapresiasi oleh Kementerian Luar Negeri atas suksesnya penyelenggaraan tahun lalu dan pertama kalinya sejak tahun 1997 kegiatan SOMRDPE diadakan di desa. Karena itu program ini diprioritaskan dan didorong untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kementerian Desa PDTT telah menggelar rapat persiapan yang difasilitasi oleh Sekretariat Daerah DIY ini dihadiri oleh berbagai perangkat daerah di wilayah Yogyakarta, Senin (19/6/2023).
M Fachri mendorong pentingnya kolaborasi pentahelix agar penyelenggaraan AVN maksimal. Pasca rapat tersebut, seluruhnya menuju Desa Sambirejo dan Desa Mangunan untuk melihat lokasi penyelenggaraan dan melanjutkan pembahasan teknis terkait pembagian tugas oleh masing-masing pihak.
Sebagai implementasinya, SOMRDPE menominasikan 9 desa yang telah mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat Nasional maupun Provinsi dalam bidang pariwisata, digital dan produk unggulan. Kesembilan desa tersebut mewakili masing-masing bidang, yaitu Desa Wisata meliputi Desa Mangunan, Yogyakarta, Desa Kembang Kuning, NTB, dan Desa Sekapuk Jawa Timur; Desa Digital mencakup Desa Cibiru Wetan, Jawa Barat, Desa Duda Timur, Bali, dan Desa Kubu, Kalimantan Barat; OVOP mencakup Desa Muara Badak Ulu, Kalimantan Timur, Desa Namang, Kepulauan Bangka Belitung dan Desa Blendung, Jawa Tengah.
“AVN merupakan momentum baik bagi desa-desa di negara ASEAN untuk bertukar pandangan dan mendiskusikan isu-isu desa. Dengan program ini suara desa dapat terdengar dan dipertimbangkan baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” tambah M Fachri.
Sebagai refleksi, dalam KTT ke-42 ASEAN di Labuan Bajo-NTT, AVN menjadi program yang diprioritaskan pelaksanaannya yang dideklarasikan dalam ASEAN Leader Joint Statement.
Kemendesa PDTT juga diapresiasi oleh Kementerian Luar Negeri atas suksesnya penyelenggaraan tahun lalu dan pertama kalinya sejak tahun 1997 kegiatan SOMRDPE diadakan di desa. Karena itu program ini diprioritaskan dan didorong untuk dilaksanakan secara berkelanjutan.
Kementerian Desa PDTT telah menggelar rapat persiapan yang difasilitasi oleh Sekretariat Daerah DIY ini dihadiri oleh berbagai perangkat daerah di wilayah Yogyakarta, Senin (19/6/2023).
M Fachri mendorong pentingnya kolaborasi pentahelix agar penyelenggaraan AVN maksimal. Pasca rapat tersebut, seluruhnya menuju Desa Sambirejo dan Desa Mangunan untuk melihat lokasi penyelenggaraan dan melanjutkan pembahasan teknis terkait pembagian tugas oleh masing-masing pihak.
Lihat Juga :