TGS Ganjar Sumut Edukasi Pencegahan Stunting Menurut Islam
Kamis, 22 Juni 2023 - 15:05 WIB
loading...
TGS Ganjar Sumut menggelar edukasi bahaya dan pencegahan stunting dalam pandangan Islam di Majelis Taklim dan Perwiritan As Syafaah, Kabupaten Asahan, Rabu (21/6/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
ASAHAN - Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Sumut berpartisipasi mendukung pemerintah menekan angka stunting. Salah satunya menggelar edukasi bahaya dan pencegahan stunting dalam pandangan Islam di Kabupaten Asahan.
Kegiatan ini digelar juga berdasarkan aspirasi masyarakat yang ingin mengetahui dan memahami persoalan stunting. "Kami melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting yang berbasis agama," kata Korwil TGS Ganjar Zulpi Andika di Majelis Taklim dan Perwiritan As Syafaah, Dusun IV, Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Rabu (21/6/2023).
Penyuluhan ini juga untuk mendukung program Pemkab Asahan. Sebab, pemerintah terus menggalakkan program pencegahan stunting dan bagaimana penanganannya.
"Yang ditekankan dalam edukasi ini adalah bahaya stunting, khususnya di Sumut. Nah, pencegahan stunting berbasis agama Islam ini sangat penting karena menjadi salah satu cara mencetak generasi muda ke depannya," tandasnya.
Menurut Zulpi, pencegahan stunting pada anak dalam pandangan Islam dimulai sejak dari kandungan. Kemudian kewajiban menyusui anak hingga dua tahun. Selain itu, orang tua wajib memberikan nafkah kepada anaknya sejak di dalam kandungan agar kebutuhan gizinya terpenuhi hingga dewasa.
Tujuannya tidak terjadi kasus kurang gizi atau stunting pada anak. "Di dalam Al-Qur’an sudah ditekankan bagaimana cara merawat anak selagi di kandungan, dilahirkan, hingga dewasa," tandasnya.
Setelah digelarnya edukasi tersebut, Zulpi berharap masyarakat lebih memperhatikan pola mengasuh dan mendidik anaknya agar sejak dini. "Harapannya, masyarakat paham dan mengerti tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak agar terhindar dari stunting," ucapnya.
Kegiatan ini digelar juga berdasarkan aspirasi masyarakat yang ingin mengetahui dan memahami persoalan stunting. "Kami melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting yang berbasis agama," kata Korwil TGS Ganjar Zulpi Andika di Majelis Taklim dan Perwiritan As Syafaah, Dusun IV, Desa Sipaku Area, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Rabu (21/6/2023).
Penyuluhan ini juga untuk mendukung program Pemkab Asahan. Sebab, pemerintah terus menggalakkan program pencegahan stunting dan bagaimana penanganannya.
"Yang ditekankan dalam edukasi ini adalah bahaya stunting, khususnya di Sumut. Nah, pencegahan stunting berbasis agama Islam ini sangat penting karena menjadi salah satu cara mencetak generasi muda ke depannya," tandasnya.
Menurut Zulpi, pencegahan stunting pada anak dalam pandangan Islam dimulai sejak dari kandungan. Kemudian kewajiban menyusui anak hingga dua tahun. Selain itu, orang tua wajib memberikan nafkah kepada anaknya sejak di dalam kandungan agar kebutuhan gizinya terpenuhi hingga dewasa.
Tujuannya tidak terjadi kasus kurang gizi atau stunting pada anak. "Di dalam Al-Qur’an sudah ditekankan bagaimana cara merawat anak selagi di kandungan, dilahirkan, hingga dewasa," tandasnya.
Setelah digelarnya edukasi tersebut, Zulpi berharap masyarakat lebih memperhatikan pola mengasuh dan mendidik anaknya agar sejak dini. "Harapannya, masyarakat paham dan mengerti tentang bagaimana cara mengasuh dan mendidik anak agar terhindar dari stunting," ucapnya.
Lihat Juga :