Gubernur Khofifah: Peningkatkan Produktivitas Pertanian Harus Selaras dengan Kesejahteraan Petani
Kamis, 22 Juni 2023 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
"Predikat Jatim sebagai lumbung pangan nasional tentu tidak terlepas dari peran penting para petani yang terus bekerja keras dan berinovasi sehingga produktifitas pertaniannya semakin meningkat. Untuk itu saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya," tuturnya.
Salah satu inovasi yang kini membuahkan hasil manis ialah pengembangan bibit unggul padi BK 01 dan BK 02 asal Situbondo. Hasil uji coba yang telah dilakukan, jumlah produksi padi varietas BK 01 dan BK 02 meningkat dua kali lipat dari jenis padi yang biasanya ditanam oleh petani.
Kedua bibit unggul ini memiliki banyak keunggulan, mulai batang yang kuat, daun bendera dan per malai padi lebih banyak dibandingkan padi biasanya.
"Kemudian ada juga poktan (kelompok tani) di Blitar yang mengembangkan pupuk organik Biosaka. Pupuk ini tidak hanya efektif menyuburkan tanaman padi namun juga bisa memangkas biaya pengeluaran pupuk para petani," ujarnya.
Penggunaan pupuk Biosaka bisa menekan pupuk kimia menjadi hanya 200 kg/ha Urea, dan 100 kg/ha Phonska. Sebelumnya tanpa Biosaka, digunakan Urea sebanyak 500 kg/ha dan Phonska sebanyak 200 kg/ha.
Biaya produksi menggunakan pupuk kimia per hektar sebelumnya dapat mencapai Rp10.410.000,- sedangkan dengan Biosaka hanya Rp7.000.000 - 8.200.000,- per hektar.
Salah satu inovasi yang kini membuahkan hasil manis ialah pengembangan bibit unggul padi BK 01 dan BK 02 asal Situbondo. Hasil uji coba yang telah dilakukan, jumlah produksi padi varietas BK 01 dan BK 02 meningkat dua kali lipat dari jenis padi yang biasanya ditanam oleh petani.
Kedua bibit unggul ini memiliki banyak keunggulan, mulai batang yang kuat, daun bendera dan per malai padi lebih banyak dibandingkan padi biasanya.
"Kemudian ada juga poktan (kelompok tani) di Blitar yang mengembangkan pupuk organik Biosaka. Pupuk ini tidak hanya efektif menyuburkan tanaman padi namun juga bisa memangkas biaya pengeluaran pupuk para petani," ujarnya.
Penggunaan pupuk Biosaka bisa menekan pupuk kimia menjadi hanya 200 kg/ha Urea, dan 100 kg/ha Phonska. Sebelumnya tanpa Biosaka, digunakan Urea sebanyak 500 kg/ha dan Phonska sebanyak 200 kg/ha.
Biaya produksi menggunakan pupuk kimia per hektar sebelumnya dapat mencapai Rp10.410.000,- sedangkan dengan Biosaka hanya Rp7.000.000 - 8.200.000,- per hektar.
Lihat Juga :