Melalui Facebook, Anies Sampaikan Jakarta Belum Aman dari Covid-19
Sabtu, 25 Juli 2020 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi kalau masyarakatnya diminta di rumah, tetapi kita tidak meningkatkan kemampuan testing, kita tidak meningkatkan kemampuan RS, maka ketika dilakukan transisi ada potensi risiko yang amat besar. Ini adalah salah satu cara dari kita di Jakarta mengambil sikap yang bertanggung jawab dan memastikan bahwa keselamatan selalu nomor satu," tutur Anies.
Saat ini, Jakarta memiliki 67 RS rujukan Covid-19 di situ ada 4.556 tempat tidur isolasi, ada 659 ICU khusus Covid, dan ini sudah jauh lebih banyak daripada masa awal pandemi dahulu. (Baca juga: Pulang dari Kediri Sekeluarga di Bogor Positif Covid-19, Ayah Anak Meninggal )
Lalu kemampuan testing, tes PCR juga meningkat setiap minggunya, hingga saat ini Jakarta memiliki kemampuan untuk melakukan kapasitas testing itu cukup tinggi. Dan jumlah total yang sudah dilakukan kalau dihitung spesimen hampir 500 ribu yaitu 499.410 spesimen.
"Nah cuma saya mau sampaikan, yang dijadikan standar oleh WHO adalah jumlah orang yang baru diperiksa, bukan jumlah spesimen. Karena itu, satu orang bisa diperiksa beberapa kali. WHO menetapkan standar, 1.000 orang baru dari 1 juta penduduk dites setiap minggunya. Itu yang kemudian kita kerjakan di Jakarta," jelas Anies.
"Bahkan setelah psbb masa transisi ini,bkita telah melampaui jumlah standar tes oleh WHO. Kalau boleh saya sampaikan dalam 1 minggu terakhir, kita sudah melakukan tes terhadap 39.268 orang baru. kalau dihitung ekuivalen nya adalah 3688 orang Per 1.000.000 penduduk dalam seminggu. WHO standarkan 1000 per 1.000.000 penduduk dalam seminggu. jadi kita sudah di atasnya. lalu Jakarta juga berhasil melewati standar jumlah tes ini," sambung mantan Mendikbud ini.
Anies menuturkan, pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama memerangi bahaya Covid-19. "Terjadi kenapa, karena kita berkoordinasi dengan begitu banyak laboratorium di Jakarta. Jadi kita tidak kerja sendirian, dan kita tidak melakukan monopoli justru kita melakukan kolaborasi dengan laboratorium swasta, dengan laboratorium pemerintah pusat, ada laboratorium BUMN. Dan semuanya juga dikelola lewat jaringan labkesda Dan ini semua didanai dengan APBD DKI Jakarta. Kolaborasinya ada 47 laboratorium Jakarta yang menghasilkan kapasitas testing maksimal sekarang ini 9.769 spesimen perhari. Jadi kita ini sudah hampir 10.000 spesimen per hari. Ini yang kita kerjakan. Masyarakat berada di rumah, kami di pemerintah tingkatkan kemampuan itu," bebernya.
Saat ini, Jakarta memiliki 67 RS rujukan Covid-19 di situ ada 4.556 tempat tidur isolasi, ada 659 ICU khusus Covid, dan ini sudah jauh lebih banyak daripada masa awal pandemi dahulu. (Baca juga: Pulang dari Kediri Sekeluarga di Bogor Positif Covid-19, Ayah Anak Meninggal )
Lalu kemampuan testing, tes PCR juga meningkat setiap minggunya, hingga saat ini Jakarta memiliki kemampuan untuk melakukan kapasitas testing itu cukup tinggi. Dan jumlah total yang sudah dilakukan kalau dihitung spesimen hampir 500 ribu yaitu 499.410 spesimen.
"Nah cuma saya mau sampaikan, yang dijadikan standar oleh WHO adalah jumlah orang yang baru diperiksa, bukan jumlah spesimen. Karena itu, satu orang bisa diperiksa beberapa kali. WHO menetapkan standar, 1.000 orang baru dari 1 juta penduduk dites setiap minggunya. Itu yang kemudian kita kerjakan di Jakarta," jelas Anies.
"Bahkan setelah psbb masa transisi ini,bkita telah melampaui jumlah standar tes oleh WHO. Kalau boleh saya sampaikan dalam 1 minggu terakhir, kita sudah melakukan tes terhadap 39.268 orang baru. kalau dihitung ekuivalen nya adalah 3688 orang Per 1.000.000 penduduk dalam seminggu. WHO standarkan 1000 per 1.000.000 penduduk dalam seminggu. jadi kita sudah di atasnya. lalu Jakarta juga berhasil melewati standar jumlah tes ini," sambung mantan Mendikbud ini.
Anies menuturkan, pihaknya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama memerangi bahaya Covid-19. "Terjadi kenapa, karena kita berkoordinasi dengan begitu banyak laboratorium di Jakarta. Jadi kita tidak kerja sendirian, dan kita tidak melakukan monopoli justru kita melakukan kolaborasi dengan laboratorium swasta, dengan laboratorium pemerintah pusat, ada laboratorium BUMN. Dan semuanya juga dikelola lewat jaringan labkesda Dan ini semua didanai dengan APBD DKI Jakarta. Kolaborasinya ada 47 laboratorium Jakarta yang menghasilkan kapasitas testing maksimal sekarang ini 9.769 spesimen perhari. Jadi kita ini sudah hampir 10.000 spesimen per hari. Ini yang kita kerjakan. Masyarakat berada di rumah, kami di pemerintah tingkatkan kemampuan itu," bebernya.
Lihat Juga :