Melalui Facebook, Anies Sampaikan Jakarta Belum Aman dari Covid-19

Sabtu, 25 Juli 2020 - 17:40 WIB
loading...
A A A
Anies menjelaskan, mengapa jumlah tes PCR per orang bukan spesimen itu penting. Karena bila standar ini dilewati, maka nilai positivity rate baru bisa diinterpretasikan. Jika yang dites orangnya sedikit, maka nilai positivity rate masih diragukan. Jakarta saat ini telah melewati standar jumlah tes ini bahkan sudah melewati hampir 4 kali lipat standar WHO.

"Saya sampaikan data-data terkini pada Jumat 24 Juli sampai dengan pukul 10.00, kasus positif di Jakarta berjumlah 18.365 kasus. ada pertambahan 297 dari hari sebelumnya. dari seluruh kasus positif itu, ada 11.552 atau 63 persen yang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 6.058 adalah kasus aktif, artinya masih dirawat atau masih melakukan isolasi diri, dan jumlah yang meninggal dunia di Jakarta sampai dengan saat ini adalah 755 orang. Tingkat fatality case-nya atau tingkat kematiannya di Jakarta ini adalah 4,1 persen, dengan rata-rata global yang juga 4,1 persen, dan ini di bawah rata-rata nasional yang sebesar 4,9 persen," terang Anies.

"Nilai positivi rate kita adalah 5,2 persen, ini di bawah angka rata-rata nasional sebesar 12,3 persen. Ini menunjukkan bahwa nilai positivity rate di Jakarta itu sedikit di atas rekomendasi ideal WHO, yaitu 5 persen atau dibawahnya, tapi ini masuk jauh di bawah batas maksimal yang pernah disampaikan WHO, yaitu 10 persen, jadi maksimal 10 persen, idealnya 5 persen, kita adalah 5,2 persen apakah berarti kemudian Jakarta aman? tidak, belum, mengapa? justru kita sekarang harus waspada karena dalam minggu terakhir ini nilai posivity rate menunjukkan tren yang meningkat, tingga minggu lalu, nilai positivity rate di Jakarta untuk minggu tersebut adalah 4,8 persen," sambungnya.
"Lalu dua minggu yang lalu naik menjadi 5,2 persen, lalu seminggu terakhir ini menjadi 5,9 persen, jadi masyarakat harus waspada 4,8. 5,2. 5,9 nah di satu sisi kapasitas testing Jakarta kemampuan kita melakukan testing itu ditingkatkan, kita gencar melakukan active case finding untuk menemukan kasus-kasus positif, bahkan 30 persen dari temuan kasus positif kita kini adalah hasil dari active case finding yang dilakukan Puskesmas," jelasnya lagi.

Jadi puskesmas ini berburu kasus positif di masyarakat. Ini ketemu kira-kira 30 persen dari kasus positif, lalu 20 persen adalah hasil contact tracing dari kasus yang sudah ditemukan positif sebelumnya.

Anies mengungkapkan, setiap bertemu kasus positif, lalu di-track sejarahnya, di-track orang-orang berinteraksi, di situ dilakukan testing. Lalu 50 persen sisanya adalah dari passive case finding, ini artinya orang yang datang ke rumah sakit, orang yang datang ke klinik, orang yang punya gejala, di situ diperiksa.

"Nah, itu 50 persen. Jadi meskipun active case finding ini ikut menaikkan grafik kasus positif, tapi saya perlu tegaskan sekali lagi bahwa tujuan kita tidaklah untuk menurunkan grafik, karena tujuan kita bukan menurunkan grafiknya. Tapi kita ingin senyatanya menghentikan penularan di lapangan, karena itu, bila Jakarta hanya dinilai dari satu parameter saja, yaitu penambahan kasus positif tanpa melihat kasus yang lain lalu dianggap bahwa Jakarta kasusnya tambah, bagi kami itu bukan masalah," tutup Anies.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Di Seskoau, Sjafrie:...
Di Seskoau, Sjafrie: Kepemimpinan Adaptif Penting Hadapi Tantangan Pertahanan Masa Depan
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
Putusan MK Buka Berpeluang...
Putusan MK Buka Berpeluang PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved