Mengenal Sejarah dan Asal-usul Nama Bantul, Kabupaten Berjuluk Kota Geplak
Selasa, 20 Juni 2023 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Pada riwayatnya, Bantul memiliki sejarah panjang yang beragam. Bahkan, tak jarang daerah tidak bisa dilepaskan dari kisah kepahlawanan para tokoh di tanah Jawa.
Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Bantul, sejarah awal Bantul bermula dari perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah dengan bermarkas di Selarong sejak 1825-1830.
Ketika Belanda berhasil meredam perjuangan Pangeran Diponegoro, pemerintah Hindia Belanda membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vorstenlanden. Salah satu tugasnya adalah menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul.
Pada 26 dan 31 Maret 1831, Hindia Belanda dan Kasultanan Yogyakarta melakukan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah. Berdasarkan perjanjian dalam kontrak tersebut, Kasultanan Yogyakarta akan dibagi menjadi tiga kabupaten, yakni Bantulkarang, Denggung, dan Kalasan.
Menyikapi pembagian wilayah tersebut, pada 20 Juli 1831 secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya disebut Bantulkarang. Sebagai pimpinan, seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarta bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk menjadi bupati pertama.
Sejarah Keberadaan Kabupaten Bantul
Bantul menyimpan banyak kisah kepahlawanan dari tokoh-tokoh terkenal di Tanah Air. Tak hanya itu, wilayahnya juga menjadi salah satu saksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika ingin merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Bantul, sejarah awal Bantul bermula dari perjuangan Pangeran Diponegoro melawan penjajah dengan bermarkas di Selarong sejak 1825-1830.
Ketika Belanda berhasil meredam perjuangan Pangeran Diponegoro, pemerintah Hindia Belanda membentuk komisi khusus untuk menangani daerah Vorstenlanden. Salah satu tugasnya adalah menangani pemerintahan daerah Mataram, Pajang, Sokawati, dan Gunung Kidul.
Pada 26 dan 31 Maret 1831, Hindia Belanda dan Kasultanan Yogyakarta melakukan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah. Berdasarkan perjanjian dalam kontrak tersebut, Kasultanan Yogyakarta akan dibagi menjadi tiga kabupaten, yakni Bantulkarang, Denggung, dan Kalasan.
Menyikapi pembagian wilayah tersebut, pada 20 Juli 1831 secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang sebelumnya disebut Bantulkarang. Sebagai pimpinan, seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarta bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono V untuk menjadi bupati pertama.
Lihat Juga :