Penyebutan Dinasti Brawijaya di Era Kerajaan Majapahit Berdasarkan Serat Kanda
Selasa, 20 Juni 2023 - 06:38 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun demikian, namun uraian Babad Tanah Jawi itu tidak bersumber pada Pararaton. Bahkan boleh dikatakan penggubah Babad Tanah Jawi tidak pernah kenal karya sejarah Pararaton. Seandainya dia pernah kenal Pararaton, dia tidak akan menyatakan bahwa patih pertama di Majapahit ialah Patih Wahan alih-alih Patih Nambi. Justru pernyataan itu menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan Prabhu Brawijaya pertama dalam Babad Tanah Jawi itu bukan Raden Wijaya dalam Pararaton.
Di Babad Tanah Jawi maupun Serat Kanda menyebut raja pertama yang menguasai Majapahit Brawijaya. Bunyinya mirip sekali dengan nama Wijaya, singkatan dari nama Sanggrama-wijaya, yang disebut dalam Pararaton sebagai Raden Wijaya.
Memang menurut hasil penelitian sejarah, Raden Wijaya adalah pendiri Kerajaan Majapahit. Namun Serat Pararaton tidak pernah menyebut tokoh pendiri Kerajaan Majapahit itu Brawijaya, melainkan selalu menyebut Raden Wijaya.
Lagi pula patih Amangkubhumi yang mendampingi Raden Wijaya setelah dinobatkan sebagai raja Majapahit dengan nama Abhiseka Kertarasaja Jayawardhana ialah Patih Nambi, berdasarkan Pararaton. Sedangkan nama Patih Nambi tidak dikenal dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, justru yang disebut ialah Patih Wahan. Demikianlah jelas bahwa penggubah Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda itu tidak menggunakan Pararaton sebagai sumber sejarah.
Di Babad Tanah Jawi maupun Serat Kanda menyebut raja pertama yang menguasai Majapahit Brawijaya. Bunyinya mirip sekali dengan nama Wijaya, singkatan dari nama Sanggrama-wijaya, yang disebut dalam Pararaton sebagai Raden Wijaya.
Memang menurut hasil penelitian sejarah, Raden Wijaya adalah pendiri Kerajaan Majapahit. Namun Serat Pararaton tidak pernah menyebut tokoh pendiri Kerajaan Majapahit itu Brawijaya, melainkan selalu menyebut Raden Wijaya.
Lagi pula patih Amangkubhumi yang mendampingi Raden Wijaya setelah dinobatkan sebagai raja Majapahit dengan nama Abhiseka Kertarasaja Jayawardhana ialah Patih Nambi, berdasarkan Pararaton. Sedangkan nama Patih Nambi tidak dikenal dalam Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, justru yang disebut ialah Patih Wahan. Demikianlah jelas bahwa penggubah Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda itu tidak menggunakan Pararaton sebagai sumber sejarah.
(msd)
Lihat Juga :