Pemberdayakan Masyarakat, GP Takalar Pelatihan Membuat Pupuk Kompos
Sabtu, 17 Juni 2023 - 21:50 WIB
loading...
Relawan GP Takalar menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (17/6/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
TAKALAR - Relawan Gerakan Panrannuangku (GP) Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggalakkan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kali ini mereka menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos.
Simpatisan Ganjar Pranowo ini menghadirkan penyuluh pertanian Abdul Azis Daeng Tobo sebagai pemateri pelatihan. Proses pembuatan pupuk kompos ini tergolong mudah.
”Hanya dengan bahan-bahan mudah didapat seperti sampah rumah tangga, dedaunan kering, hingga kotoran hewan ternak masyarakat bisa membuat kompos untuk membantu produktivitas tanaman,” kata Koordinator GP Takalar Amir Irwan di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (17/6/2023).
Amir mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang bekerja sebagai petani dengan beragam komoditas pangan seperti padi, kacang hijau, dan jagung. "Pada hari ini, kami mengajak masyarakat untuk mengolah kotoran sapi dan sampah menjadi berkah dengan membuat pupuk kompos," ujarnya.
Umumnya masyarakat masih kurang memahami proses pengelolaan sampah dengan baik. Selama ini sampah hanya dikelola dengan cara dibakar atau dikumpulkan dan dibuang.
Simpatisan Ganjar Pranowo ini menghadirkan penyuluh pertanian Abdul Azis Daeng Tobo sebagai pemateri pelatihan. Proses pembuatan pupuk kompos ini tergolong mudah.
”Hanya dengan bahan-bahan mudah didapat seperti sampah rumah tangga, dedaunan kering, hingga kotoran hewan ternak masyarakat bisa membuat kompos untuk membantu produktivitas tanaman,” kata Koordinator GP Takalar Amir Irwan di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sabtu (17/6/2023).
Amir mengatakan, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar yang bekerja sebagai petani dengan beragam komoditas pangan seperti padi, kacang hijau, dan jagung. "Pada hari ini, kami mengajak masyarakat untuk mengolah kotoran sapi dan sampah menjadi berkah dengan membuat pupuk kompos," ujarnya.
Umumnya masyarakat masih kurang memahami proses pengelolaan sampah dengan baik. Selama ini sampah hanya dikelola dengan cara dibakar atau dikumpulkan dan dibuang.
Lihat Juga :