Gelar Pekan Nasional di Padang, Petani dan Nelayan Muda Apresiasi Isu yang Dibahas

Rabu, 14 Juni 2023 - 15:17 WIB
loading...
Gelar Pekan Nasional...
Ketua Ikatan Petani Nelayan Muda (Penemu) Indonesia, Sinda Sutadisastra, mengapresiasi isu yang diangkat dalam Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan tersebut. (Ist)
A A A
PADANG - Terdapat tiga isu yang dibahas dalam Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan yang digelar di Padang, Sumatera Barat, 10-15 Juni 2023. Ketiga isu tersebut dinilai strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Ketua Ikatan Petani Nelayan Muda (Penemu) Indonesia, Sinda Sutadisastra, mengapresiasi isu yang diangkat dalam Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan tersebut.

Menurutnya, ketiga isu yang diangkat dalam Penas tersebut sejalan dengan visi dan misi Ikatan Penemu Indonesia.

"Tiga isu itu, pertama berkaitan dengan penguatan potensi dan posisi tawar komoditas lokal. Kedua, berhubungan dengan kemandirian pangan. Dan ketiga, terkait dengan lumbung pangan dunia 2045," kata Sinda Sutadisastra melalui keterangan tertulis, Rabu (14/6/2023).

Sinda menjelaskan, penguatan potensi dan posisi tawar komoditas lokal harus mendapat perhatian bersama.

Kebijakan Pemerintah yang menjadikan pangan lokal sebagai salah satu prioritas pembangunan pangan, mau tidak mau membuat para pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pangan untuk melakukan konsolidasi total agar dapat menggenjot produksi sekaligus meningkatkan kekuatan posisi tawar mereka.

"Roadmap pengembangan pangan lokal dapat dijadikan acuan untuk mewujudkannya," ucapnya.

Sedangkan, soal kemandirian pangan, kata Sinda dapat terwujud dengan cara melakukan penanganan khusus. Hal ini terkait dengan ketahanan pangan bangsa dan negara.

"Kemandirian pangan dimaknai sebagai kemampuan suatu negara dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat," jelasnya.

Dia berkeyakinan, Penas Petani dan Nelayan yang digelar di Padang ini dapat menghasilkan pemikiran kreatif, inovatif, dan cerdas terkait dengan terobosan positif untuk mewujudkan kemandirian pangan.

Penemu, lanjut Sinda sependapat dengan usulan agar digenjotnya produksi pangan, khususnya bahan pangan pokok dalam upaya memperkokoh ketersediaan pangan dari hasil produksi dalam negeri.

"Sebaiknya ini dijadikan program prioritas dalam pembangunan pertanian ke depan. Kemandirian pangan yang diraih, setidaknya mampu menjadikan bangsa yang tahan pangan," imbuh Sinda.

Mengenai ambisi menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan dunia pada 2045, menurut Sinda, perencanaannya harus disiapkan sedini mungkin.

"Seperti yang saya ucapkan tadi, saya yakin para peserta Penas sudah menyiapkan beragam ide dan langkah, bagaimana pencapaiannya. Lumbung pangan dunia adalah simbol yang cukup membanggakan bagi sebuah bangsa," tuturnya.

"Itu sebabnya, semua pihak harus serius untuk menggarapnya dan tidak cukup hanya mengandalkan sebuah komitmen. Bangsa ini membutuhkan kerja keras dan kerja nyata bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama kesejahteraan bangsa yang adil dan merata," sambung Sinda.

Sinda mengatakan, bangsa Indonesia masih memiliki waktu sekitar 22 tahun ke depan. Persiapan seperti penyusunan grand desain pencapaian lumbung pangan dunia 2045, sudah seharusnya dimulai dari sekarang.

"Ini bukan saatnya untuk menunda atau sekadar berwacana tetapi harus mulai melangkah mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
Polinema Bantu Petani-UMKM...
Polinema Bantu Petani-UMKM Melon Blitar Go Digital dan Hemat Energi
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Marak Risiko Aktivitas...
Marak Risiko Aktivitas Digital, HGI dan Polda Sumbar Gelar Literasi Digital
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Rekomendasi
Portugal Difavoritkan,...
Portugal Difavoritkan, Ronaldo Dituntut Pecah Telur
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Peserta Jumtek PMR-Relawan...
Peserta Jumtek PMR-Relawan Antusias Adu Tangkas Tandu Darurat hingga Belajar Bahasa Isyarat
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved