Bermodal Kartu Dimodifikasi, Komplotan Pengganjal ATM Kuras Rekening Korban
Sabtu, 10 Juni 2023 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Dalam menjalankan aksinya, kartu ATM pelaku telah dimodifikasi dengan cara digunting pada satu sisi. Setelah itu potongan kartu ATM itu digunakan untuk menahan supaya kartu ATM korban tidak dapat masuk.
"Jadi pelaku sudah menaruh terlebih dahulu ATM yang dimodifikasi ini. Untuk mengambil kartu korbannya, dengan menggunakan gergaji," tandasnya.
Akibat ulah pelaku ini uang korban mengalami kerugian mencapai Rp30 juta. Menurut keterangan pelaku, mereka beraksi bukan hanya di wilayah Kota Yogyakarta saja, namun masih dalam penyelidikan petugas.
Archye menambahkan, dari proses penyidikan belakangan diketahui pelaku utama M merupakan pria yang bekerja sebagai wartawan. Sementara pelaku lain JA dan S ada yang berprofesi sebagai pengacara.
Menurutnya, pelaku M belajar membobol mesin ATM karena pengalamannya menyaksikan jumpa pers selama ia bekerja sebagai wartawan. Dihadapan petugas, M mengaku sempat beraksi di Kota Semarang belum lama ini.
"Saya pernah beraksi di Semarang, tapi ngak tau tempatnya. Di wilayah lain juga pernah, di Jogja baru sehari. Saya orang Lampung, wartawan online," kata M.
Muis mengaku diajak teman untuk berbuat kejahatan itu. Ia mengaku belajar membobol mesin ATM dari pengalamannya mengikuti jumpa pers ungkap kasus serupa saat ia bertugas sebagai wartawan. "Uang hasil curinan itu, saya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
"Jadi pelaku sudah menaruh terlebih dahulu ATM yang dimodifikasi ini. Untuk mengambil kartu korbannya, dengan menggunakan gergaji," tandasnya.
Akibat ulah pelaku ini uang korban mengalami kerugian mencapai Rp30 juta. Menurut keterangan pelaku, mereka beraksi bukan hanya di wilayah Kota Yogyakarta saja, namun masih dalam penyelidikan petugas.
Archye menambahkan, dari proses penyidikan belakangan diketahui pelaku utama M merupakan pria yang bekerja sebagai wartawan. Sementara pelaku lain JA dan S ada yang berprofesi sebagai pengacara.
Menurutnya, pelaku M belajar membobol mesin ATM karena pengalamannya menyaksikan jumpa pers selama ia bekerja sebagai wartawan. Dihadapan petugas, M mengaku sempat beraksi di Kota Semarang belum lama ini.
"Saya pernah beraksi di Semarang, tapi ngak tau tempatnya. Di wilayah lain juga pernah, di Jogja baru sehari. Saya orang Lampung, wartawan online," kata M.
Muis mengaku diajak teman untuk berbuat kejahatan itu. Ia mengaku belajar membobol mesin ATM dari pengalamannya mengikuti jumpa pers ungkap kasus serupa saat ia bertugas sebagai wartawan. "Uang hasil curinan itu, saya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
(don)
Lihat Juga :