Suporter Hajar Wasit di Lapangan, Polisi Letuskan 3 Kali Tembakan
Jum'at, 09 Juni 2023 - 22:34 WIB
loading...
Turnamen sepak bola Bener Bersatu Cup 2, yang digelar di Lapangan Pule, Desa Bener, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, diwarnai kerusuhan suporter. Foto/iNews TV/Lurisa Lulu
A
A
A
SEMARANG - Kerusuhan suporter pecah di turnamen sepak bola Bener Bersatu Cup 2, yang digelar di Lapangan Pule, Desa Bener, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Suporter yang tidak terima timnya kalah, langsung masuk ke dalam lapangan dan mengejar wasit.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Mamberamo Tengah, Dipicu Pembagian Dana Desa
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat suporter mengejar wasit lalu mendorongnya hingga terjungkal di lapangan. Setelah wasit tersebut terkapar di lapangan, para suporter dengan beringar menyerangnya.
Upaya meredam kerusuhan suporter tersebut, dilakukan polisi dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Terdengar tiga kali suara letusan senjata api di tengah lapangan, hingga membuat suporter mulai terurai dan kerusuhan dapat dihentikan.
Baca juga: Merasa Ditelantarkan, Wanita Cantik Mengaku Istri Perwira Polri Menangis Minta Bantuan Kapolri
Menurut salah satu saksi mata kerusuhan, Johanes Ambon, memang ada tiga kali suara letusan tembakan dari polisi. Tembakan peringatan itu dikeluarkan, untuk membubarkan suporter yang terlibat kerusuhan dan menghajar wasit.
![Suporter Hajar Wasit di Lapangan, Polisi Letuskan 3 Kali Tembakan]()
Kerusuhan suporter ini terjadi, saat pertandingan sepak bola mempertemukan kesebelasan Putra Utama FC, dengan Putra Bhakti FC Pattemon. Pemain dan suporter terlibat adu jotos di tengah lapangan, hingga pertandingan itu berubah menjadi kerusuhan massal.
Baca juga: Video Mesum Gemparkan Kolaka Utara, Gadis 16 Tahun Dicekoki Obat Perangsang Lalu Disetubuhi dan Direkam
Sementara panitia turnamen sepak bola, Sri Nanda Yudi mengatakan, kerusuhan itu diduga dipicu rasa tidak puas suporter Putra Bhakti FC atas keputusan wasit terkait pelanggaran pemain. "Kerusuhan terjadi setelah pertandingan selesai," ujarnya.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Mamberamo Tengah, Dipicu Pembagian Dana Desa
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat suporter mengejar wasit lalu mendorongnya hingga terjungkal di lapangan. Setelah wasit tersebut terkapar di lapangan, para suporter dengan beringar menyerangnya.
Upaya meredam kerusuhan suporter tersebut, dilakukan polisi dengan mengeluarkan tembakan peringatan. Terdengar tiga kali suara letusan senjata api di tengah lapangan, hingga membuat suporter mulai terurai dan kerusuhan dapat dihentikan.
Baca juga: Merasa Ditelantarkan, Wanita Cantik Mengaku Istri Perwira Polri Menangis Minta Bantuan Kapolri
Menurut salah satu saksi mata kerusuhan, Johanes Ambon, memang ada tiga kali suara letusan tembakan dari polisi. Tembakan peringatan itu dikeluarkan, untuk membubarkan suporter yang terlibat kerusuhan dan menghajar wasit.

Kerusuhan suporter ini terjadi, saat pertandingan sepak bola mempertemukan kesebelasan Putra Utama FC, dengan Putra Bhakti FC Pattemon. Pemain dan suporter terlibat adu jotos di tengah lapangan, hingga pertandingan itu berubah menjadi kerusuhan massal.
Baca juga: Video Mesum Gemparkan Kolaka Utara, Gadis 16 Tahun Dicekoki Obat Perangsang Lalu Disetubuhi dan Direkam
Sementara panitia turnamen sepak bola, Sri Nanda Yudi mengatakan, kerusuhan itu diduga dipicu rasa tidak puas suporter Putra Bhakti FC atas keputusan wasit terkait pelanggaran pemain. "Kerusuhan terjadi setelah pertandingan selesai," ujarnya.
(eyt)
Lihat Juga :