Survei Litbang SINDO: Mayoritas Ingin PSBB Diperpanjang dan Sanksi Tegas
Jum'at, 24 Juli 2020 - 16:44 WIB
loading...
Anggota Satpol PP memberhentikan pengendara sepeda motor dalam operasi PSBB di Jakarta. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 21 Juli 2020, Provinsi DKI Jakarta menempati posisi kedua sebagai wilayah dengan kasus positif virus Corona (Covid-19) terbanyak, yakni mencapai hingga 17.279 kasus.
Kondisi ini mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 30 Juli 2020 mendatang. PSBB sudah diterapkan di Ibu Kota sejak 10 April 2020 lalu.
Diharapkan, langkah ini dapat efektif menekan laju penularan virus Covid-19 khususnya di wilayah DKI Jakarta. Lantas, bagaimana sebenarnya warga menilai efektivitas program PSBB selama ini?
Hasil survei online SINDONews pada 17–22 Juli 2020 dengan melibatkan sebanyak 100 responden memperlihatkan sebanyak 83% responden menilai penerapan PSBB di Jakarta tidak berjalan efektif. Penilaian ini dilatarbelakangi dari pengamatan para responden yang melihat banyak sekali pelanggaran yang terjadi.
Anjuran pemerintah untuk tetap melaksanakan kegiatan di rumah, serta mematuhi protokoler kesehatan acapkali diabaikan. “Masyarakatnya masih kurang peduli dan sadar akan penerapan PSBB, mobilitasnya banyak”, ujar Manzaya Idzani, warga Jakarta.
Kondisi ini mendorong Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 30 Juli 2020 mendatang. PSBB sudah diterapkan di Ibu Kota sejak 10 April 2020 lalu.
Diharapkan, langkah ini dapat efektif menekan laju penularan virus Covid-19 khususnya di wilayah DKI Jakarta. Lantas, bagaimana sebenarnya warga menilai efektivitas program PSBB selama ini?
Hasil survei online SINDONews pada 17–22 Juli 2020 dengan melibatkan sebanyak 100 responden memperlihatkan sebanyak 83% responden menilai penerapan PSBB di Jakarta tidak berjalan efektif. Penilaian ini dilatarbelakangi dari pengamatan para responden yang melihat banyak sekali pelanggaran yang terjadi.
Anjuran pemerintah untuk tetap melaksanakan kegiatan di rumah, serta mematuhi protokoler kesehatan acapkali diabaikan. “Masyarakatnya masih kurang peduli dan sadar akan penerapan PSBB, mobilitasnya banyak”, ujar Manzaya Idzani, warga Jakarta.
Lihat Juga :