Kisah Pemerintah Belanda Beri Upeti Mewah dan Langka ke Sultan Amangkurat I usai Perang Batavia
Senin, 05 Juni 2023 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Tak lupa, pemerintah kolonial juga bersedia memesan dan memberikan pakaian serta barang-barang langka yang mewah untuk Sultan Amangkurat I penguasa Mataram, dan Tumenggung Wiraguna yang diutus berunding dengan Belanda.
Baca juga: Carok Berdarah Pecah di Tanah Merah Bangkalan, Brimob Polda Jatim Disiagakan
Di Teluk Semarang dilaksanakan penukaran tawanan, dan pengembalian uang yang disita. Kesempatan itu, dilanjutkan dengan pembicaraan tentang syarat-syarat perdamaian. Pada 24 September 1646, muncul di pertemuan tingkat tinggi perutusan Mataram baru, yang menyampaikan seberkas lengkap syarat-syarat perdamaian.
Dua anggota perutusan itu memakai nama Arab, yaitu Abdul Latif, syahbandar Jepara, dan intche (atau encik) Kodrat, yang ketiga bernama Martasara. Di mana, syarat-syarat perdamaian yang disepakati merupakan hasil perundingan di istana pada sekitar bulan Agustus 1646.
Baca juga: Carok Berdarah Pecah di Tanah Merah Bangkalan, Brimob Polda Jatim Disiagakan
Di Teluk Semarang dilaksanakan penukaran tawanan, dan pengembalian uang yang disita. Kesempatan itu, dilanjutkan dengan pembicaraan tentang syarat-syarat perdamaian. Pada 24 September 1646, muncul di pertemuan tingkat tinggi perutusan Mataram baru, yang menyampaikan seberkas lengkap syarat-syarat perdamaian.
Dua anggota perutusan itu memakai nama Arab, yaitu Abdul Latif, syahbandar Jepara, dan intche (atau encik) Kodrat, yang ketiga bernama Martasara. Di mana, syarat-syarat perdamaian yang disepakati merupakan hasil perundingan di istana pada sekitar bulan Agustus 1646.
(eyt)
Lihat Juga :