Puluhan Tahun Hidup dalam Keterbatasan, Warga Pelosok di KBB Mulai Nikmati Listrik
Sabtu, 03 Juni 2023 - 18:09 WIB
loading...
Petugas PLN sedang memasang tiang listrik di Kampung Tonjong, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, KBB, yang selama puluhan tahun belum teraliri listrik secara mandiri. Foto/Istimewa
A
A
A
BANDUNG BARAT - Warga di Kampung Tonjong, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya mulai bisa merasakan cahaya listrik di malam hari. Itu setelah jaringan gardu PLN mulai masuk ke wilayah pelosok yang berbatasan langsung dengan desa di Kabupaten Cianjur.
Selama ini warga di Kampung Tonjong, hidup dalam kegelapan tanpa listrik. Pasalnya wilayah tersebut masuk ke dalam daerah blank spot atau tanpa sinyal jaringan telepon selular karena lokasinya yang ada di pelosok. Selama ini mereka harus menarik kabel sepanjang 2 kilometer dari daerah tetangga untuk bisa menyalakan lampu.
Biaya yang dikeluarkan menjadi mahal karena akses utama menuju kampung ini sulit untuk ditempuh. Jalan terjal dipenuhi bebatuan serta lumpur dan hanya memiliki lebar satu meter, membuat akses kendaraan harus hati-hati jika tidak ingin terperosok ke jurang di kanan kirinya.
Baca juga: Geger! Viral Tuyul Gentayangan di Tasikmalaya, Warga Resah dan Pasang Spanduk Peringatan!
Sehingga aliran listrik yang menyantol dari daerah tetangga hanya cukup untuk menyalakan lampu saja di malam hari. Sebab satu aliran dipakai oleh semua rumah secara bersama-sama. Alhasil listrik menjadi sesuatu yang mahal bagi warga di Kampung Tonjong, karena untuk menyalakan barang elektronik yang membutuhkan pasokan listrik tidak memungkinkan.
Selama ini warga di Kampung Tonjong, hidup dalam kegelapan tanpa listrik. Pasalnya wilayah tersebut masuk ke dalam daerah blank spot atau tanpa sinyal jaringan telepon selular karena lokasinya yang ada di pelosok. Selama ini mereka harus menarik kabel sepanjang 2 kilometer dari daerah tetangga untuk bisa menyalakan lampu.
Biaya yang dikeluarkan menjadi mahal karena akses utama menuju kampung ini sulit untuk ditempuh. Jalan terjal dipenuhi bebatuan serta lumpur dan hanya memiliki lebar satu meter, membuat akses kendaraan harus hati-hati jika tidak ingin terperosok ke jurang di kanan kirinya.
Baca juga: Geger! Viral Tuyul Gentayangan di Tasikmalaya, Warga Resah dan Pasang Spanduk Peringatan!
Sehingga aliran listrik yang menyantol dari daerah tetangga hanya cukup untuk menyalakan lampu saja di malam hari. Sebab satu aliran dipakai oleh semua rumah secara bersama-sama. Alhasil listrik menjadi sesuatu yang mahal bagi warga di Kampung Tonjong, karena untuk menyalakan barang elektronik yang membutuhkan pasokan listrik tidak memungkinkan.
Lihat Juga :