KDRT Perempuan di KBB Terbanyak, Jarang Lanjut ke Proses Hukum
Rabu, 31 Mei 2023 - 21:33 WIB
loading...
A
A
A
"Ada seorang ibu rumah tangga mengalami KDRT oleh suaminya. Belum sempat diperkarakan ke meja hukum, korban lebih memilih pasrah mendapat perlakukan KDRT," ucapnya.
Korban beralasan jika dirinya tidak punya lagi sandaran hidup selain suaminya. Dia tidak sanggup membesarkan kedua anaknya dengan posisinya sebagai ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan. Hal tersebut diperparah dengan sikap lingkungannya yang tidak mendukung melaporkan kasus KDRT tersebut.
Diakui Rini, kondisi tersebut merupakan persoalan yang cukup pelik. Di satu sisi, pihaknya ingin membantu melakukan pendampingan agar korban tidak terjebak dalam sebuah ketakutan. Namun di sisi lain, korban malah menarik diri dari kasus yang dialaminya karena tidak berani mengambil risiko.
Dia tidak menampik bermunculannya pelaporan dari masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, menunjukan masyarakat mulai melek untuk berani mengemukakan kasus yang menimpanya. Selain itu sosialisasi terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga secara masif dilakukan.
"Edukasi dan sosialisasi kita lakukan, melalui komunikasi dan informasi, tapi semuanya dikembalikan ke korban. Apakah kasus KDRT yang dialaminya mau berlanjut ke hukum atau tidak, kami tidak bisa mengintervensi," pungkasnya
Korban beralasan jika dirinya tidak punya lagi sandaran hidup selain suaminya. Dia tidak sanggup membesarkan kedua anaknya dengan posisinya sebagai ibu rumah tangga yang tidak punya penghasilan. Hal tersebut diperparah dengan sikap lingkungannya yang tidak mendukung melaporkan kasus KDRT tersebut.
Diakui Rini, kondisi tersebut merupakan persoalan yang cukup pelik. Di satu sisi, pihaknya ingin membantu melakukan pendampingan agar korban tidak terjebak dalam sebuah ketakutan. Namun di sisi lain, korban malah menarik diri dari kasus yang dialaminya karena tidak berani mengambil risiko.
Dia tidak menampik bermunculannya pelaporan dari masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, menunjukan masyarakat mulai melek untuk berani mengemukakan kasus yang menimpanya. Selain itu sosialisasi terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga secara masif dilakukan.
"Edukasi dan sosialisasi kita lakukan, melalui komunikasi dan informasi, tapi semuanya dikembalikan ke korban. Apakah kasus KDRT yang dialaminya mau berlanjut ke hukum atau tidak, kami tidak bisa mengintervensi," pungkasnya
(msd)
Lihat Juga :