Dorong Pertumbuhan Kekayaan Intelektual di Sulut, Ini yang Dilakukan Kemenkumham

Kamis, 25 Mei 2023 - 18:04 WIB
loading...
Dorong Pertumbuhan Kekayaan...
Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Min Usihen saat meresmikan Layanan Kekayaan Intelektual Bergerak di Sulawesi Utara. Foto/MPI/Subhan Sabu
A A A
MANADO - Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham), memberikan Layanan Kekayaan Intelektual Bergerak, atau Layanan Mobile Intellectual Property Clinic (MIC) di Sulawesi Utara (Sulut). Langkah ini, sebagai upaya mendorong pertumbuhan kekayaan intelektual Sulut.

Baca juga: Merayakan Hari Kekayaan Intelektual Dunia untuk Perempuan Indonesia yang Kreatif dan Inovatif

Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Min Usihen mengatakan, kegiatan Layanan Kekayaan Intelektual Bergerak sebagai salah satu implementasi pelayanan yang diberikan Kemenkumham secara langsung kepada masyarakat. "Provinsi Sulut, merupakan provinsi ke tujuh dari penyelenggaraan kegiatan MIC di wilayah pada tahun 2023," katanya.



Menurutnya, kerja sama, sinergi, dan kolaborasi oleh seluruh pemangku kebijakan untuk membumikan ekosistem kekayaan intelektual, harus terus ditingkatkan secara berkesinambungan. Hal ini untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Dilaporkan Selingkuh dengan Istri Pengusaha, Wakapolres Binjai Menghilang

Upaya membumikan kekayaan intelektual ini, bisa dilakukan mulai dari menciptakan, melindungi, dan memanfaatkan kekayaan intelektual khususnya kekayaan intelektual dari dalam negeri.

Potensi kekayaan intelektual sebagai salah satu senjata yang mendukung berbagai lini ekonomi, khususnya ekonomi kreatif dari sektor UMKM, harus tetap mampu berdikari dan bangkit pasca pandemi Covid-19 yang telah melanda sejak tahun 2020.

"Pada tahun 2021 kontribusi kekayaan intelektual dalam sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) bagi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sebesar Rp1.300 triliun. Dengan serapan tenaga kerja sebanyak 17 juta orang selama satu tahun, yang menempatkan Indonesia dalam peringkat tiga besar dunia dari segi persentasenya terhadap PDB, dan berada di posisi tiga setelah AS dengan Hollywood, dan Korea Selatan dengan K-Popnya," tutur Min.

Saat ini kata Min, sebagian besar pelaku usaha yang bergerak di sektor Ekraf berbasis kekayaan intelektual di Indonesia, masih banyak yang belum memiliki pelindungan kekayaan intelektual.

Sebagai model ekonomi yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia, ekonomi kreatif yang membangun pondasinya di atas kekayaan intelektual, menurutnya memerlukan pelindungan agar aset kreatif tersebut dapat tumbuh dengan pesat.

Baca juga: Gelapkan Dana Study Tour SMAN 21 Bandung Rp400 Juta, Wanita Berinisial CL Ditangkap Polisi

"Dengan demikian peran kekayaan intelektual dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional, melalui pemberdayaan ekonomi sektor UMKM, sangat diperlukan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi sektor UMKM masyarakat Indonesia," katanya.

Peranan inovasi dan kreativitas sektor UMKM, diperlukan bagi pemulihan ekonomi nasional. Diharapkan setidaknya 20 persen dari 65,46 juta jumlah UMKM yang ada di Indonesia, dapat dilindungi kekayaan intelektualnya.

Dengan Jumlah UMKM 423.028 pelaku usaha di Sulut, diharapkan bisa meningkatkan potensi sektor Ekraf. Selain itu, di Sulut berdasarkan pada data BPS triwulan pertama tahun 2023, menunjukkan bahwa adanya pertumbuhan ekonomi sebesar 5,26 persen.

"Terdapat empat lapangan usaha tertinggi di Sulut, yaitu lapangan usaha pertanian 21,04 persen; lapangan usaha perdagangan 13,73 persen; lapangan usaha industri 11,22 persen; dan lapangan usaha transportasi 10,84 persen," ucapnya.

Sektor perdagangan jelas Min, merupakan salah satu lapangan usaha yang sangat tepat untuk pengembangan usaha usaha kreatif, dan lapangan usaha transportasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekraf dari sisi pariwisata.

Baca juga: 2 Wanita Aceh Tertangkap Selundupkan 2,5 Kg Sabu Dari Malaysia ke Batam

Tingginya potensi sektor ekraf yang berasal dari UMKM, baik kekayaan intelektual personal maupun kekayaan intelektual komunal, dapat mendorong masyarakat bangga terhadap produk buatan Indonesiam dan sekaligus dapat menyukseskan program Bangga Buatan Indonesia, yang menggaungkan untuk cinta akan produk Indonesia.

"Peranan kekayaan intelektual dalam membangun ekonomi di wilayah, dalam bentuk keterkaitan antara kekayaan intelektual dan pariwisata atau IP and Tourism. Potensi ini, juga merupakan langkah yang sudah dikembangkan oleh negara Eropa, dalam mempromosikan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari produk Indikasi Geografis (IG)," ungkap Min.

Contohnya, kata Min seperti Garam Amed dari Bali, Cheese dari Amsterdam, Pengolahan Susu Sapi di Le Gruyere sebagai salah satu penghasil keju terbaik di Swiss, dan masih banyak lagi produk IG yang menjadi IP and Tourism bagi wisatawan.

"Potensi IP and Tourism yang sangat besar di Sulut, pada kekayaan intelektual komunal tercermin dengan banyak surat pencatatan kekayaan intelektual komunal yang kami serahkan, yaitu Alat Musik Oli, Motif Sohi Kain Kofo Sangihe, Tari Dangisa, Ensambel Musik Bambu Melulu, Ampa, Wayer, Alat Musik Arababu, Alat Musik Salude, Alat Musik Sasesaheng, dan Alat Musik Bansi," jelasnya.

Selain Itu IG Sulut, yang sudah didaftarkan Cengkeh Minahasa, dan Pala Siau, serta beberapa permohonan IG yang sudah diajukan dan sedang dalam proses. Potensi kekayaan intelektual komunal dapat berpotensi menjadi pemacu pariwisata, memerlukan strategi branding dan marketing yang tepat guna memasarkan produk-produk kekayaan intelektual komunal, termasuk produk IG.

Oleh karena itu Min mengajak bagi para pelaku UMKM yang belum mendaftarkan merknya untuk segera didaftarkan. "Kepada para penggiat yang belum mencatatkan karya ciptanya, agar segera mencatatkan hak ciptanya. Hal ini juga membutuhkan dukungan Pemprov Sulut, untuk dapat terus mendorongnya," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Lewat Asia Grassroots...
Lewat Asia Grassroots Forum, Kesehatan Finansial Jadi Babak Baru Inklusi Keuangan Bagi Akar Rumput
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Berita Terkini
Homedoki Umumkan Pemenang...
Homedoki Umumkan Pemenang Umrah, Perjalanan ke Tanah Suci Agustus 2026
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved