Serikat Nelayan NU Panen Perdana Budi Daya Ikan Nila
Kamis, 25 Mei 2023 - 15:07 WIB
loading...
Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PP SNNU) melakukan panen perdana budi daya ikan nila dengan sistem bioflok. (Ist)
A
A
A
BOGOR - Pimpinan Pusat Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (PP SNNU) melakukan panen perdana budi daya ikan nila dengan sistem bioflok.
Budi daya ikan tawar ini melibatkan para nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini diberdayakan oleh organisasi otonom di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Ketua Umum PP SNNU Witjaksono menjelaskan, program budi daya ikan nila dengan metode bioflok ini merupakan salah satu program unggulannya dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
"Dengan panen perdana ini diharapkan dapat diluaskan ke titik-titik budi daya lain di seantero Indonesia, yang pada akhirnya mampu meningkatkan perputaran ekonomi di daerah di mana program SNNU ini dijalankan,” ujar Mas Witjak, sapaan akrab Witjaksono dalam keterangannya, Rabu (23/5).
Mas Witjak menerangkan asal mula budi daya ikan nila dengan sistem bioflok. Awalnya, kata dia, budi daya itu memanfaatkan lahan kosong milik M. Zaim Nugroho, yang juga Ketua Bidang PP SNNU. Dengan lahan terbatas, akhirnya dipilih budi daya ikan tawar dengan sistem bioflok sesuai dengan kompetensi yang dimiliki timnya.
Karena tidak bisa berjalan sendiri, Mas Witjak lantas menggandeng dan mengajak masyarakat setempat untuk menjalankan operasional tambak.
Hal ini sekaligus membantu mata pencaharian masyarakat sekitar tambak. “Alhamdulillah hari ini telah terlaksana panen perdana dan hasilnya cukup menggembirakan," kata dia.
Ke depan, Mas Witjak berharap bisa menularkan metode sistem bioflok ke masyarakat di daerah lain yang terdapat cabang SNNU seperti di Kabupaten Bogor. "Tapi tentunya menyesuaikan dengan kondisi dan karakter masing-masing daerah," kata Mas Witjak.
Budi daya ikan tawar ini melibatkan para nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini diberdayakan oleh organisasi otonom di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Ketua Umum PP SNNU Witjaksono menjelaskan, program budi daya ikan nila dengan metode bioflok ini merupakan salah satu program unggulannya dalam rangka mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.
"Dengan panen perdana ini diharapkan dapat diluaskan ke titik-titik budi daya lain di seantero Indonesia, yang pada akhirnya mampu meningkatkan perputaran ekonomi di daerah di mana program SNNU ini dijalankan,” ujar Mas Witjak, sapaan akrab Witjaksono dalam keterangannya, Rabu (23/5).
Mas Witjak menerangkan asal mula budi daya ikan nila dengan sistem bioflok. Awalnya, kata dia, budi daya itu memanfaatkan lahan kosong milik M. Zaim Nugroho, yang juga Ketua Bidang PP SNNU. Dengan lahan terbatas, akhirnya dipilih budi daya ikan tawar dengan sistem bioflok sesuai dengan kompetensi yang dimiliki timnya.
Karena tidak bisa berjalan sendiri, Mas Witjak lantas menggandeng dan mengajak masyarakat setempat untuk menjalankan operasional tambak.
Hal ini sekaligus membantu mata pencaharian masyarakat sekitar tambak. “Alhamdulillah hari ini telah terlaksana panen perdana dan hasilnya cukup menggembirakan," kata dia.
Ke depan, Mas Witjak berharap bisa menularkan metode sistem bioflok ke masyarakat di daerah lain yang terdapat cabang SNNU seperti di Kabupaten Bogor. "Tapi tentunya menyesuaikan dengan kondisi dan karakter masing-masing daerah," kata Mas Witjak.
Lihat Juga :