Jabar Dipastikan Tidak Ada Kasus Demam Babi Afrika
Selasa, 23 Mei 2023 - 22:28 WIB
loading...
DKPP Jabar memastikan, Jabar masih bebas kasus Demam Babi Afrika. Foto/Ilustrasi/Dok
A
A
A
BANDUNG - Demam Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) telah masuk ke Indonesia sejak April 2023. Meski begitu, hingga saat ini, belum ditemukan kasus Demam Bbi Afrika di Jawa Barat.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar, Suprijanto, peternakan babi di Jabar tergolong sedikit. Paling besar ada di wilayah Kuningan dan Kabupaten Bogor.
"Jawa Barat tidak banyak, hanya daerah tertentu yang banyak (ternak babi), di Kuningan dan Gunung Sindur (Bogor), fokusnya di sana," ucap Suprijanto, Selasa (23/5/2023).
Suprijanto memastikan, pihaknya belum menemuka laporan adanya kasus Demam Babi Afrika dari kedua wilayah tersebut. Sejauh ini, kasus ASF baru terjadi di Riau dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, DKPP juga sudah melakukan komunikasi dengan aparat veteriner di Yogyakarta. Hasilnya, belum ditemukan kasus tersebut di pulau Jawa.
"Dari teman-teman di sana juga tidak ada," ucapnya.
Meski begitu, pihaknya menghimbau agar para peternak babi di Jawa Barat untuk selalu waspada. Pihaknya pun akan melakukan deteksi lalu lintas hewan di sejumlah titik guna meningkatkan pengawasan.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Jabar, Suprijanto, peternakan babi di Jabar tergolong sedikit. Paling besar ada di wilayah Kuningan dan Kabupaten Bogor.
"Jawa Barat tidak banyak, hanya daerah tertentu yang banyak (ternak babi), di Kuningan dan Gunung Sindur (Bogor), fokusnya di sana," ucap Suprijanto, Selasa (23/5/2023).
Suprijanto memastikan, pihaknya belum menemuka laporan adanya kasus Demam Babi Afrika dari kedua wilayah tersebut. Sejauh ini, kasus ASF baru terjadi di Riau dan Sulawesi Selatan.
Selain itu, DKPP juga sudah melakukan komunikasi dengan aparat veteriner di Yogyakarta. Hasilnya, belum ditemukan kasus tersebut di pulau Jawa.
"Dari teman-teman di sana juga tidak ada," ucapnya.
Meski begitu, pihaknya menghimbau agar para peternak babi di Jawa Barat untuk selalu waspada. Pihaknya pun akan melakukan deteksi lalu lintas hewan di sejumlah titik guna meningkatkan pengawasan.
Lihat Juga :