Tokoh Adat Sebyar Kritik Komentar Novel Baswedan soal Film Pesta Babi
Senin, 11 Mei 2026 - 23:30 WIB
loading...
Tokoh Suku Besar Sebyar Malkin Kosepa. Foto: Istimewa
A
A
A
PAPUA - Tokoh Suku Besar Sebyar Malkin Kosepa mengkritik komentar Novel Baswedan terhadap film dokumenter berjudul Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang dinilai membangun narasi sepihak mengenai situasi Papua dan berpotensi memperkeruh ruang sosial masyarakat adat. Malkin menegaskan bahwa Papua saat ini sedang berupaya menjaga stabilitas, memperkuat pembangunan, dan membangun kepercayaan publik melalui pendekatan dialog serta pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, menurut dia, narasi yang tidak utuh dan cenderung provokatif justru dapat memunculkan keresahan baru. “Kami bingung dengan cara pandang yang disampaikan Novel Baswedan terhadap film dokumenter tersebut. Sebagai figur publik yang juga berada dalam lingkungan ASN Polri, seharusnya lebih objektif dan bijak melihat Papua, bukan malah membangun opini yang membuat situasi semakin gaduh,” kata Malkin dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Menurut Malkin, komentar Novel terhadap film “Pesta Babi” terkesan menggiring persepsi publik bahwa Papua identik dengan kekerasan, ketakutan, dan eksploitasi, tanpa menghadirkan realitas utuh mengenai kehidupan masyarakat adat maupun berbagai upaya perdamaian yang sedang berjalan. Ia menilai, film maupun komentar yang menyertainya harus dilihat secara kritis karena berpotensi mengandung disinformasi apabila hanya menampilkan sudut pandang tertentu tanpa verifikasi dan keseimbangan informasi.
Baca juga: Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Dikritisi Legislator PDIP: Pembungkaman Kebebasan Berekspresi
Karena itu, menurut dia, narasi yang tidak utuh dan cenderung provokatif justru dapat memunculkan keresahan baru. “Kami bingung dengan cara pandang yang disampaikan Novel Baswedan terhadap film dokumenter tersebut. Sebagai figur publik yang juga berada dalam lingkungan ASN Polri, seharusnya lebih objektif dan bijak melihat Papua, bukan malah membangun opini yang membuat situasi semakin gaduh,” kata Malkin dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Menurut Malkin, komentar Novel terhadap film “Pesta Babi” terkesan menggiring persepsi publik bahwa Papua identik dengan kekerasan, ketakutan, dan eksploitasi, tanpa menghadirkan realitas utuh mengenai kehidupan masyarakat adat maupun berbagai upaya perdamaian yang sedang berjalan. Ia menilai, film maupun komentar yang menyertainya harus dilihat secara kritis karena berpotensi mengandung disinformasi apabila hanya menampilkan sudut pandang tertentu tanpa verifikasi dan keseimbangan informasi.
Baca juga: Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Dikritisi Legislator PDIP: Pembungkaman Kebebasan Berekspresi
Lihat Juga :