alexametrics

Sleman Targetkan Setahun Sepuluh Hektare Tambahan Pohon Bambu

loading...
Sleman Targetkan Setahun Sepuluh Hektare Tambahan Pohon Bambu
(ilustrasi.Sindonews)
A+ A-
SLEMAN - Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman mematok target setahunnya bisa menambah luasan tanaman bambu, minimal sebanyak sepuluh hektare, terutama di lahan marjinal.

Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan, DPPK Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, mengatakan bambu ditargetkannya menjadi komoditas unggulan ke depannya.

"Tidak sekedar sengon, jati. Bambu target kita menjadi komoditas unggulan. Saat ini sudah ada 525 hektare tanaman bambu," katanya.



Luasan tersebut tersebar di berbagai wilayah. Terutama di Godean, Turi, Pakem, dan Cangkringan. "Kita ingin membawa bambu ke arah yang lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

Sebab, tanaman bambu memiliki banyak manfaat. Terutama dari segi ekonomisnya. "Banyak usaha-usaha kreatif yang berbahan dasar bambu," katanya.

Semisal saja sabun arang bambu, usaha meubel, dan masih banyak lagi. Yang usaha kreatif tersebut berada di Sleman. "Selama ini suplay bahan baku mereka didapatkan dari luar Sleman," katanya.

Sementara, hasil bambu dari Sleman saat ini hanya memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan saja. "Lainnya didapatkan dari Tasik, Malang, Purworejo," katanya.

Untuk itulah, selain mendorong masyarakat agar menanam bambu, pihaknya juga memberikan fasilitas. Diantaranya dengan mengumpulkan pemilik usaha kreatif dengan petani bambu.

Sri Mundayati, penyuluh dari DPPK Sleman, mengatakan keunggulan tanaman bambu dibandingkan lainnya, karena jenis ini sangat tahan terhadap penyakit. "Kalau sengon, itu mudah kena kanker," katanya.

Selain itu juga tak terlalu memakan banyak tempat serta penanamannya hanya sekali. "Selebihnya akan tumbuh sendiri, tunas-tunasnya," pungkasnya.
(nag)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak