Suasana Mencekam dari Bunyi Meriam Tanda Kematian di Kerajaan Mataram saat Amangkurat 1 Berkuasa
Jum'at, 19 Mei 2023 - 07:04 WIB
loading...
A
A
A
Sejam lamanya tidak sepatah kata pun diucapkannya, dan ini membuat orang lebih merasa tercekam. Tidak seorang pun yang berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sultan.
Sultan kemudian berkata ke pamannya Pangeran Purbaya: "para pemuka agama", yang seharusnya menjadi teladan bagi mereka semua dalam perbuatan-perbuatan kebajikan, mereka itulah penyebab kematian adiknya. Setelah itu, ia menyuruh empat orang kepercayaannya menyeret ke depan beberapa orang yang tidak turut terbunuh, yang segera mengaku telah merencanakan untuk mengangkat Pangeran Alit sebagai raja.
Baca: Konflik Raja Mataram Amangkurat I dengan Pamannya Pecah setelah Pembunuhan Ulama.
Seraya meledak amarahnya, Sultan pun menyuruh menyeret 7 atau 8 orang pembesar yang dicurigainya dan mereka dibunuh. Istri dan anak-anak mereka pun segera dibunuh. Akhirnya ia masuk kembali ke keraton, meninggalkan semua pembesar yang sudah tua dan diangkat semasa pemerintahan ayahnya itu dalam suasana tercekam dan penuh kekhawatiran.
Sultan kemudian berkata ke pamannya Pangeran Purbaya: "para pemuka agama", yang seharusnya menjadi teladan bagi mereka semua dalam perbuatan-perbuatan kebajikan, mereka itulah penyebab kematian adiknya. Setelah itu, ia menyuruh empat orang kepercayaannya menyeret ke depan beberapa orang yang tidak turut terbunuh, yang segera mengaku telah merencanakan untuk mengangkat Pangeran Alit sebagai raja.
Baca: Konflik Raja Mataram Amangkurat I dengan Pamannya Pecah setelah Pembunuhan Ulama.
Seraya meledak amarahnya, Sultan pun menyuruh menyeret 7 atau 8 orang pembesar yang dicurigainya dan mereka dibunuh. Istri dan anak-anak mereka pun segera dibunuh. Akhirnya ia masuk kembali ke keraton, meninggalkan semua pembesar yang sudah tua dan diangkat semasa pemerintahan ayahnya itu dalam suasana tercekam dan penuh kekhawatiran.
(nag)
Lihat Juga :