Kesal Dilarang Jualan di Pinggir Jalan, Ratusan Pedagang Pasar Anyar Demo Tengah Malam
Sabtu, 13 Mei 2023 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi tuntutan para pedagang itu bang jadi kebiasaan berdagang di Jalan daerah Ahmad Yani ini kan sama Jalan Abdullah mau direlokasi ke pihak PD pasar. Itu menurut anak-anak (pedagang) tidak layak karena apa? Akses untuk mengirim barang pake becak motor itu susah ke atas naiknya," kata salah satu pedagang, Cahya.
Kata dia, apabila berjualan di lokasi relokasi di lantai 2 gedung Pasar Anyar padagang merugi karena lokasinya dianggap tak strategis. Sehingga, sepi dikunjungi pembeli.
"Kita biasa jualan di jalan Ahmad dari pengen yang instan-instan belanja langsung datang. Nah ini kan harus turun naik banyak kan pembelanja atau pembeli itu layak ibu ibu nenek nenek lam seperti itu," katanya. Baca juga: Berkah Ramadan, Pedagang Busana Muslim di Pasar Tanah Abang Raup Penjualan Rp50 Juta per Hari
"Jelas omzet juga turun sekali itu untuk para pedagang sangat merugikan ini masalah perut. Untuk pegawai sendiri mungkin ada jaminan tapi kami cari sesuap nasi seperak dua perak itu sangat berarti untuk pedagang seperti kami," tambah Cahya.
Oleh sebab itu, para pedagang meminta kebijaksanaan Pemkot Tangerang untuk berjualan di lokasi semula. Tentunya, dengan catatan misalnya ketentuan jarak kios dengan jalan agar tak mengganggu Kamtibmas.
Kata dia, apabila berjualan di lokasi relokasi di lantai 2 gedung Pasar Anyar padagang merugi karena lokasinya dianggap tak strategis. Sehingga, sepi dikunjungi pembeli.
"Kita biasa jualan di jalan Ahmad dari pengen yang instan-instan belanja langsung datang. Nah ini kan harus turun naik banyak kan pembelanja atau pembeli itu layak ibu ibu nenek nenek lam seperti itu," katanya. Baca juga: Berkah Ramadan, Pedagang Busana Muslim di Pasar Tanah Abang Raup Penjualan Rp50 Juta per Hari
"Jelas omzet juga turun sekali itu untuk para pedagang sangat merugikan ini masalah perut. Untuk pegawai sendiri mungkin ada jaminan tapi kami cari sesuap nasi seperak dua perak itu sangat berarti untuk pedagang seperti kami," tambah Cahya.
Oleh sebab itu, para pedagang meminta kebijaksanaan Pemkot Tangerang untuk berjualan di lokasi semula. Tentunya, dengan catatan misalnya ketentuan jarak kios dengan jalan agar tak mengganggu Kamtibmas.
Lihat Juga :