Terungkap! Pembacok Siswa SMK di Simpang Pomad Sempat Minta Bantuan Dukun
Jum'at, 12 Mei 2023 - 19:26 WIB
loading...
A
A
A
"Ini sudah beberapa kali ditemui yang merupakan ini turunan dari informasi-informasi seniornya seperti itu. Sebenarnya menurut keyakinan mereka itu ada tempat orang pintar yang memang rujukannya itu kalau mereka mau tawuran. Dia ke sana meminta bantuan agar tidak tertangkap," bebernya.
Dari wilayah Cianjur, tersangka langsung bertolak ke wilayah Yogyakarta. Tersangka pun memilih untuk menetap di wilayah tersebut karena dinilai biaya hidup yang murah sembari bekerja di warung mi.
"Warung itu tahunya, dia (Tukul) sudah berganti nama menjadi Dian dan enggak ada yang tau ASR itu siapa. Awalnya kan dia pengamen, karena kan hasilnya juga berat dia mencoba melamar pekerjaan. Lebih milih di sana karena biaya hidup lebih murah," paparnya.
Selain itu, tersangka juga diketahui menggelapkan uang milik rekan-rekannya sebesar Rp1 juta. Uang itu sedianya untuk membayar pembuatan baju kelompok tersangka tetapi tidak kunjung dibayarkan.
"Jadi dia itu memesan baju kepada temannya juga yang sudah jadi, uang itu harusnya dilakukan pelunasan namun malah untuk kabur," tambahnya.
Dari wilayah Cianjur, tersangka langsung bertolak ke wilayah Yogyakarta. Tersangka pun memilih untuk menetap di wilayah tersebut karena dinilai biaya hidup yang murah sembari bekerja di warung mi.
"Warung itu tahunya, dia (Tukul) sudah berganti nama menjadi Dian dan enggak ada yang tau ASR itu siapa. Awalnya kan dia pengamen, karena kan hasilnya juga berat dia mencoba melamar pekerjaan. Lebih milih di sana karena biaya hidup lebih murah," paparnya.
Selain itu, tersangka juga diketahui menggelapkan uang milik rekan-rekannya sebesar Rp1 juta. Uang itu sedianya untuk membayar pembuatan baju kelompok tersangka tetapi tidak kunjung dibayarkan.
"Jadi dia itu memesan baju kepada temannya juga yang sudah jadi, uang itu harusnya dilakukan pelunasan namun malah untuk kabur," tambahnya.
Lihat Juga :