Sejarah Masjid Keramat di Bogor dan Karomah Habib Empang Hidupkan Ikan Mati

Rabu, 10 Mei 2023 - 03:31 WIB
loading...
A A A
Para penjaga pun kewalahan menghadapi pengunjung yang semakin ramai, lalu mengusulkan kepada kepala penjara agar segera membebaskan beliau.

Namun, ketika usulan ditawarkan, Habib Abdullah justru menolak dan memilih menunggu hingga selesainya masa hukuman dan mencari tempat sunyi yang jauh dari keramaian manusia.

Beliau memilih Bogor (Empang) sebagai tempatnya menyendiri. Di sana beliau membeli tanah dan membuat rumah sederhana. Dari sumber lain disebutkan, awal mula kedatangan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas ke Indonesia pada tahun 1800 Masehi.

Sejarah Masjid Keramat di Bogor dan Karomah Habib Empang Hidupkan Ikan Mati


Ketika itu beliau diperintahkan Al Habibul Imam Abdullah bin Abu Bakar Alayidrus, menuju Kota Mekkah. Dan sesampainya di Kota Mekkah, beliau melaksanakan salat dan malamnya beliau bermimpi bertemu Rasulullah SAW.

Entah apa yang kisah mimpinya, esok harinya beliau berangkat menuju Indonesia. Sesampainya di Indonesia, beliau dipertemukan dengan Habib Ahmad Bin Hamzah Al Athas, Jakarta dan beliau belajar ilmu agama darinya.

Lalu Habib Ahmad Bin Hamzah Al Athas memerintahkan beliau berziarah ke Habib Husen di luar Batang. Dari sana sampailah perjalanan beliau ke Bogor. Beliau datang ke Empang tanpa membawa apa-apa.

Saat datang ke Empang Bogor, di sana belum ada penghuninya. Namun dengan ilmu beliau bisa menyala dan menjadi terang benderang. Diceritakan, ada kekeramatan yang lain terjadi pula ketika beliau tengah makan di pinggiran Empang.

Kebetulan kala itu datang seorang penduduk Bogor berkata kepada beliau "Habib, kalau Anda benar-benar seorang Habib Keramat, tunjukkanlah kepada saya kekeramatannya".

Kebetulan Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Athas sedang makan seekor ikan yang tinggal separuh lagi. Maka Habib Abdullah pun berkata:

"Yaa sama Anjul ilaman Tabis," (Wahai ikan kalau benar-benar cinta kepadaku tunjukanlah), maka atas izin Allah SWT, seketika itu ikan yang tinggal sebelah lagi meloncat ke Empang. Konon ikan tersebut sampai sekarang dikabarkan masih hidup.

Acara pengajian rutin setiap malam Jumat, selalu diadakan pembacaan kitab Maulid Nabi Ad-diba’i, karya Syekh abdurrahman Ad-diba’i, yang dibacakan di dalam masjid, tepatnya di ruang tengah yang hanya dibuka saat pengajian malam Jumat.

Setiap tahun, acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di masjid ini selalu ramai oleh para jamaah, bahkan dari luar daerah Bogor. Beberapa kali juga, Mantan Presiden Indonesia dan jajaranya hadir ke masjid ini.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Momen Haru 40 Harian...
Momen Haru 40 Harian Vidi Aldiano, Habib Jafar Ungkap Hal Paling Dirindukan
Datang Mendadak, Habib...
Datang Mendadak, Habib Jafar Naik Motor ke Acara 40 Harian Vidi Aldiano
Rekomendasi
Ungkap Strategi Cegahan...
Ungkap Strategi Cegahan Korupsi di Daerah, Mendagri Tito: Kuncinya Penguatan Sistem dan Integritas
Perluas Akses Pembiayaan...
Perluas Akses Pembiayaan EV, Mandiri Auto Deals 2026 Tawarkan Pengalaman Menarik
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
Berita Terkini
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
Dilaporkan ke Polres...
Dilaporkan ke Polres Jaksel, Roy Suryo Langsung Pamerkan IPK 3,86
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi Bupati Fadia Arafiq Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang
Ledakan Bom Sisa Perang...
Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua, 9 Tewas, 6 Luka-luka
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved