Pemkot Makassar Belum Izinkan Resepsi Pernikahan
Rabu, 22 Juli 2020 - 12:52 WIB
loading...
Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin saat bertemu Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, Rabu (22/7/2020). Foto: Humas Pemkot Makassar
A
A
A
MAKASSAR - Pj Wali Kota Makassar , Rudy Djamaluddin masih berhati-hati memberikan izin resepsi pernikahan yang melibatkan banyak orang demi menjaga potensi terjadinya penularan COVID-19 .
Menurutnya, potensi penularan di resepsi pernikahan masih cukup besar, khususnya saat terjadinya interaksi ketika makan yang otomatis tidak menggunakan masker, apalagi jika ada suara musik, sehingga jarak interaksi akan semakin dekat.
Baca juga: Soal Penerapan New Normal, Prof Rudy Minta Kesabaran PHRI Sulsel
“Potensi transmisi virus itu masih besar di acara pesta pernikahan, dan pelaksanaan protokol kesehatannya masih cukup sulit. Contoh misalnya untuk jaga jarak, pasti sulit apalagi saat makan tidak mungkin pakai masker," beber Rudy saat bertemu perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel di ruang kerja Wali Kota Makassar, Rabu (22/7/2020).
"Kita ingin menggerakkan sektor ekonomi, namun kita juga tidak ingin seperti saat PSBB terakhir, terjadi penurunan kurva, namun kemudian naik lagi karena ada pelonggaran. Kita tidak ingin ada second wave, karena potensi kenaikannnya penyebaran virusnya akan jauh lebih besar,” lanjut Rudy, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Menurutnya, potensi penularan di resepsi pernikahan masih cukup besar, khususnya saat terjadinya interaksi ketika makan yang otomatis tidak menggunakan masker, apalagi jika ada suara musik, sehingga jarak interaksi akan semakin dekat.
Baca juga: Soal Penerapan New Normal, Prof Rudy Minta Kesabaran PHRI Sulsel
“Potensi transmisi virus itu masih besar di acara pesta pernikahan, dan pelaksanaan protokol kesehatannya masih cukup sulit. Contoh misalnya untuk jaga jarak, pasti sulit apalagi saat makan tidak mungkin pakai masker," beber Rudy saat bertemu perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel di ruang kerja Wali Kota Makassar, Rabu (22/7/2020).
"Kita ingin menggerakkan sektor ekonomi, namun kita juga tidak ingin seperti saat PSBB terakhir, terjadi penurunan kurva, namun kemudian naik lagi karena ada pelonggaran. Kita tidak ingin ada second wave, karena potensi kenaikannnya penyebaran virusnya akan jauh lebih besar,” lanjut Rudy, seperti dalam siaran pers yang diterima SINDOnews.
Lihat Juga :